FPRB Sepakat Bentuk Tim Reaksi Cepat untuk Pengurangan Risiko Bencana di Sumba Timur

FPRB Sepakat Bentuk Tim Reaksi Cepat untuk Pengurangan Risiko Bencana di Sumba Timur

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Tim anggota FPRB sedang melaksanakan rapat, Senin (25/3/2019) 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Forum Pengurangan Risiko Bencana ( FPRB ) sepakat membentuk tim reaksi cepat untuk mengurangi risiko bencana di Kabupaten Sumba Timur.

Kesepakatan itu dicapai dalam rapat, Senin (25/3/2019), yang dipimpin Ketua Forum PRB, Daud Anarato, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Timur Martina D Jera, ST, mewakili Kapolres Sumba Timur, Kasubag Humas Polres Sumba Iptu I Made Murja, mewakili Dandim 1601 Sumba Timur Pasi Ops Kodim 1601 Sumba Timur Kapten Inf. Samsiadi.

Hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri Waingapu yang diwakili Kasi Pidsus Agung Wira, Pasi Intel Kodim Kapten Arh Bernawi, Komandan SAR Waingapu, Dan Pos AL Waingapu, Dinkes Sumba Timur, Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan para anggota Forum PRB.

Puskesmas Tarus Dampingi 5 Anak Gizi Buruk

Ketua Forum PRB Daud Anarato mengatakan, sejauh ini berdasarkan pengamatanya gerakan yang dilakukan Forum PRB di Sumba Timur paling bagus untuk seluruh NTT.

Namun menurut Daud, Forum itu meskipun sudah berjalan, namun belum maksimal karena terkenadala dengan lembaga-lembaga yang ada yang tergabung dalam FPRB memiliki mekanisme atau aturan sendiri yang tidak bisa di intervensi oleh Forum.

UNBK di Kota Kupang, Begini Kesan Emylia Masang, Peserta dari di SMKN 2 Kupang

Dalam rapat itu juga ketua Forum meminta agar masing-masing koordinator bidang dalam FPRB mengusulkan program masing-masing untuk bisa didiskusikan untuk selanjutnya diprogramkan pada tahun 2019 ini.

Daud juga mengatakan dari hasil rapat itu, anggota Forum bersepakat untuk membentuk Tim Reaksi Cepat dalam penanggulangan bencana.

Selain itu, menghidupkan Forum di Kecamatan-Kecamatan dan siap melaporkan setiap kejadian bencana termasuk melakukan tindakan nyata. Meminta agar semua pihak dalam forum agar terlibat dalam pemberian bantuan material kepada 44 rumah yang rusak.

Lanjut Daud, terkait kasus demam berdarah (DBD) ini ada 16 kasus kematian dan ratusan warga pasien diserang DBD karena salah satu faktor yaitu pembresihan lingkungan yang menjadi tempat sarangnya nyamuk DBD, sehingga Forum harus terlibat aktif dalam memerangi wabah DBD ini.

Daud juga mengatakan sejauh ini, tentu tidak ada anggaran untuk biaya operasional para anggota Forum, sehingga pihaknya akan mencari jalan dengan mengajukan proposal atau pun meminta dukungan dari LSM atau perusahan-perusahan baik itu BUMD maupun Swasta. Sambil pihaknya juga mengusulkan anggaran kepada Pemda Sumba Timur tentu melalui BPBD sumba Timur dan diharapkan pada dana perubahan itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Timur mengatakan terkait anggaran untuk Forum PRB, pihak BPBD sudah mengusulkan kepada komisi C DPRD Sumba Timur, namun belum ada anggaran dan anggaran banyak terpotong.

Namun Martina mengatakan, pihaknya akan terus mencari jalan untuk setidaknya ada anggaranya untuk forum PRB. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved