Mahasiswa KBPM UKAW Kupang Dijuluki Agen Perubahan Oleh Warga Desa Oenino, TTS
Kehadiran mahasiswa KBPM ini sangat membantu karena dapat menerapkan beberapa pola baru dalam penataan administrasi desa.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Mahasiswa KBPM UKAW Kupang Dijuluki Agen Perubahan Oleh Warga Desa Oenino, TTS
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, yang melaksanakan kegiatan belajar dan pengabdian masyarakat (KBPM) di Desa Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dijuluki agen perubahan oleh masyarakat setempat.
Mereka melaksanakan KBPM di Desa itu sejak 11 hingga Maret 2019, berjumlah 14 orang, terdiri dari 4 fakultas, yaitu, Perikanan (1 orang), Pertanian (3 orang), FKIP (5 orang) dan Ekonomi (5 orang).
Baru beberapa hari ada bersama warga, ke 14 mahasiswa ini sudah mendapat apresiasi dari warga yang disampaikan melalui Kepala Desa, Agustina Fina dalam pertemuan dengan para mahasiswa, Kamis (14/3/2019).
Menurut Agustina, kehadiran mahasiswa KBPM ini sangat membantu karena dapat menerapkan beberapa pola baru dalam penataan administrasi desa.
• VIDEO: Omongan Luna Maya Saat Terima IMA Awards 2019 Langsung Bikin Netizen Heboh
• Marsel Sebut Kampung Iklim Sangat Penting, Ternyata Ini Tujuannya!
• PT Pertamina Carter Dua Kapal Feri Untuk Suplai BBM ke Labuan Bajo
Selain itu, membantu memberikan semangat dan motivasi belajar bagi siswa yang berada di desa tersebut. Agustina berharap Desa Oenino selalu mendapat mahasiswa KBPM setiap tahun.
Hal senada diungkapkan Salmon Fina, tokoh masyarakat Desa Oenino. Menurutnya, keberadaan mahasiswa KBPM kiranya terus memberikan warna baru bagi Desa Oenino. "Semoga mahasiswa selalu memberikan seamangat dan terlibat aktif dengan masyarakat," ungkapnya.
Ketua kelompok KBPM, Marianus Sae, menjelaskan, program utama yang dijalankan oleh mahasiswa yaitu kelornisasi yang merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Gubernur NTT.
Kegiatan ini selain sebagai wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat juga sebagai bentuk pembelajaran lapangan.
Pada satu sisi mahasiswa dituntut untuk menerapkan bidang ilmu yang telah diperoleh dibangku kuliah dan juga disisi lain mahasiswa juga dituntut untuk menjadi fasilitator sekalian belajar dari masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh masyarakat.
Selain program utama, 14 mahasiswa ini juga, membantu memfasilitasi kegiatan belajar mengajar di sekolah terdekat dan sekolah minggu di Gereja, sensus data dasar keluarga Desa Oenino, Jumat Sehat di SMP dan SMA Negeri Oenino, Jumat bhakti di lokasi SMA Oenino dan Embung Oenino, membantu penataan administrasi Desa oenino dan terlibat dalam kegiatan sosial lainnya.
• Pusat Pelatihan Pertanian dan Persediaan Swadaya Praktek Grafting Pohon Mangga dan Apel India
• Live Streaming & Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 39-40 Jumat (15/3/2019) di Trans TV
• Dr.Hashim S.Djojohadikusumo, Prabowo Pancasialis Dan Tidak Mungkin Dirikan Negara khilafa
Tak lupa Marianus menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa oenino yang telah memberikan ruang untuk mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian.
"Semoga apa yang dilakukan dan yang ditinggalkan oleh mahasiswa sebagai suatu bentuk penghargaan kepada semua orang tua yang telah bersusah payah menyekolahkan kami. kami akan belajar keras untuk mencapai cita-cita yang diinginkan," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mahasiswa-kbpm-ukaw-saat-berkunjung-ke-smp-di-desa-oenino-tts.jpg)