Sidang Kasus Narkoba Anak Pejabat Pemprov NTT, Jaksa Hadirkan Empat Saksi  

Jaksa penuntut umum menghadirkan empat saksi dalam sidang kedua kasus narkoba atas terdakwa Dion Constantyn Porsiana (DCP) di Pengadilan Negeri Kupan

Sidang Kasus Narkoba Anak Pejabat Pemprov NTT, Jaksa Hadirkan Empat Saksi   
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG Jaksa penuntut, saksi dan terdakwa memeriksa barang bukti dalam sidang kedua kasus narkoba dengan terdakwa Dion Constantyn Porsiana (DCP) di Pengadilan Negeri Kupang pada Rabu (13/3/2019) sore. Area lampiran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Jaksa penuntut umum menghadirkan empat saksi dalam sidang kedua kasus narkoba atas terdakwa Dion Constantyn Porsiana (DCP) di Pengadilan Negeri Kupang pada Rabu (13/3/2019) sore. Dion yang tersangkut kasus narkoba ini merupakan anak seorang pejabat di Lingkup Provinsi NTT.

Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim Nuril Huda SH,M.Hum ini, jaksa penuntut umum Anton Londa SH,MH dan Siska Marpaung SH,MH menghadirkan empat saksi.

Dua saksi pertama yang dihadirkan adalah anggota Ditresnarkoba Polda NTT, Rony Putra Radja dan Maksi Napa. Sedang dua saksi kedua yang dihadirkan adalah Ketua RT.01/RW.01 Kelurahan Naikolan Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Ayub Djami Lele dan seorang warga Zadrak Bendekiktus Ria.

Dalam keterangannya, Saksi Rony Putra Radja dan Maksi Napa mengungkapkan kronologis penangkapan terdakwa merupakan hasil pengembangan dari penangkapan terdakwa lain yakni, Niko Whitford.

Niko yang ditangkap terlebih dahulu di bilangan Kelurahan Pasir Panjang Kupang, kemudian mengungkapkan bahwa barang haram yang ia gunakan itu berasal dari Dion. Dari pengembangan terhadap informasi itu, tim Ditresnarkoba Polda NTT kemudian melakukan penangkapan terhadap Dion di depan rumahnya di bilangan Naikolan Kecamatan Maulafa Kota Kupang pada 30 September 2018, sekira pukul 14.00 Wita.

Saat itu, Niko menghubungi Dion dan menyampaikan bahwa persediaan ganjanya habis dan meminta Dion memberinya ganja untuk dikonsumsi. Dion yang mempercayai permintaan itu lalu menunggu Niko. Polisi yang datang lalu melakukan penggeledahan di tubuh, di kamar serta mobilnya.

Rahyudi Kasatker PJN III NTT Ganti Ory Papote, Serahterima Dipimpin Kepala BPJN di KM 364

Dari tubuhnya, ditemukan sepaket ganja dan LSD. Sedangkan di kamar, polisi menemukan puntung bekas ganja sisa digunakan. Dan di mobilnya, polisi menemukan satu buah sweeter yang digunakan untuk mengelabuhi saat pengiriman barang haram itu.

Dion juga membenarkan bahwa ia telah menggunakan ganja untuk bersenang senang sejak sekolah di Surabaya pada tahun 2016 lalu, sesuai dengan keterangan dari saksi.

Dua saksi lain, yakni Ayub Djami Lele dan Zadrak Bendekiktus Ria mengaku cukup dekat mengenal Dion dan keluarganya. Mereka yang dilibatkan saat penangkapan itu bahkan awalnya tidak menyangka kalau yang akan ditangkap terkait kasus narkoba itu adalah Dion.  

Dalam sidang tersebut, terdakwa kooperatif dan menjustifikasi keterangan yang diberikan para saksi.

Tampak hadir mengikuti sidang, ibu kandung terdakwa, dr Yovita Mitak dan beberapa kerabat. Hadir pula orang tua Niko Whitford.

Sidang lanjutan akan digelar pada pekan depan dengan agenda menghadirkan saksi, Niko Whitford. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved