Camat, Kapolsek dan Danramil Turun Tangan Tangkap Pelajar Membolos di Amanuban Selatan

Di Amanuban Selatan, polisi dan tentara ikut tangkap pelajar yang bolos. Masih berani bolos sekolah?

Camat, Kapolsek dan Danramil Turun Tangan Tangkap Pelajar Membolos di Amanuban Selatan
POS KUPANG/ Dion Kota
Camat Amanuban Selatan, Jhon Asban dan Kapolsek Amanuban Selatan serahkan siswa bolos

Camat, Kapolsek dan Danramil Turun Tangan Tangkap Pelajar Membolos di Amanuban Selatan

Laporan Reporter pos Kupang.com, Dion Kota

POSKU-PANG.COM | SOE- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa memuji tim gerakan masuk sekolah (Germas) Kecamatan Amanuban Selatan yang begitu intens dalam melaksanakan fungsinya guna menekan angka anak putus sekolah.

Tim Germas Kecamatan Amanuban Selatan yang terdiri dari Camat, Kapolsek dan Danramil Amanuban Selatan melakukan patroli khusus selama jam sekolah guna menangkap anak-anak yang membolos sekolah, berjualan di pasar atau berada di kebun.

" Tim Germas ini ada di tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai desa, tetapi kalau boleh jujur baru Kecamatan Amanuban Selatan yang benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik. Sudah puluhan anak ditangkap tim Germas karena membolos saat jam sekolah.

WOW! Aplikasi Ini Ternyata Bisa Cegah Siswa Bolos Sekolah

Penjelasan Kadis PPO Flotim Soal Siswa Bolos

Selain itu, anak-anak yang rambutnya tidak rapi dan dibuat warna-warni langsung digunting. Hal ini membuat anak-anak takut membolos," ungkap Kadis Sipa kepada pos Kupang, Minggu (10/3/2019) di seputar Kota Soe.

Usai menangkap para siswa yang membolos lanjut Kadis Sipa, Tim Germas langsung membawanya ke sekolah masing-masing guna mendapatkan pembinaan.

Selain itu, kepada para orang tua siswa yang membolos, tim Germas memberikan informasi sekaligus memberikan peringatan kepada orang tua siswa untuk memastikan anaknya masuk sekolah.

Jika anaknya tidak masuk sekolah dan tim Germas serta orang tua anak yang bersangkutan tak mampu menemukan anak tersebut, maka orang tua siswa yang anaknya membolos akan menggunakan pakaian seragam sekolah khusus berukuran besar guna masuk sekolah menggantikan anaknya.

Pemkot Kupang Bahas Siswa Bolos Sekolah

Pol PP Tangkap Siswa Pacaran Saat Jam Belajar

"Pak camat sudah beli baju seragam SD dan SMP berukuran besar yang selalu dibawanya di dalam mobil dinas. Jadi kalau ada anak yang membolos dan tidak bisa ditemukan maka pakaian seragam khusus tersebut akan digunakan oleh orang tua siswa yang bersangkutan," tegasnya.

Terpisah, Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu membenarkan penangkapan siswa yang membolos oleh tim Germas tingkat kecamatan. Diceritakannya, bersama Kapolsek dan Danramil Amanuban Selatan tim Germas melakukan patroli saat jam sekolah.

Beberapa lokasi yang diketahui sebagai tempat favorit anak-anak membolos menjadi sasaran patroli tim Germas. Sudah puluhan pelajar SMP yang dijaring tim Germas. Selain itu, Tim Germas bersinergi dengan pihak sekolah guna mendapatkan informasi anak-anak yang tidak masuk sekolah tanpa alasan.

" Tiga orang ponakan saya sendiri kami tangkap karena membolos. Saya bawa serahkan ke sekolah untuk pembinaan dan saya laporkan kejadian tersebut kepada orangtuanya agar menjadi perhatian serius. Sejauh ini, belum ada orang tua yang mengenakan seragam khusus yang sudah kita siapkan karena anak-anak yang membolos semuanya berhasil kita tangkap," jelasnya.

Dalam berbagai kesempatan lanjut Jhon, baik dimimbar gereja, acara adat maupun acara di kecamatan, dirinya selalu menyempatkan diri untuk menghimbau kepada para orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak sampai membolos. Karena jika membolos dan tidak tertangkap maka orang tua siswa yang bersangkutan yang akan menggunakan seragam khusus.

" Pernah kejadian orang tua siswa ikut kami pergi tangkap anaknya yang membolos dengan menggunakan mobil patroli. Usai menangkap anaknya, di atas mobil patroli orang tua tersebut mengatakan kepada anaknya jika sampai dirinya mengunakan seragam khusus dan masuk sekolah, sebaiknya anak tersebut menghilang dari bumi," cerita Jhon. (din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved