Konstantia Arankoja: Pendidikan Seksualitas bukan Hal Tabu

peran orangtua selanjutnya adalah mengontrol kehidupan anak, karena perkembangan digital dan teknologi yang begitu cepat.

Penulis: Lamawuran | Editor: Rosalina Woso
dokumentasi
Sosialisasi KB dan ketahanan keluarga di Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Selasa (5/3/2019). 

Konstantia Arankoja: Pendidikan Seksualitas bukan Hal Tabu

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sikka, Konstantia Tupa Arankoja, mengatakan pendidikan seksualitas kepada anak bukanlah barang tabu.

"Peran orangtua adalah memberikan edukasi dan pendidikan seksualitas terhadap anak, karena itu bukan hal tabu lagi," katanya kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (9/3/2019).

Dia katakan, peran orangtua selanjutnya adalah mengontrol kehidupan anak, karena perkembangan digital dan teknologi yang begitu cepat.

"Kecerdasan anak ini kan ada di ujung jarinya. Kemampuan dia menjelajahi dan begitu dekat dengan internet, sehingga peran keluarga dan orangtua adalah mengontrol," ucapnya.

600 Penari Meriahkan Penutupan Festival Enagera Beach di Mauponggo

Begini Cara Promosi Obyek Wisata Ala Pemkab Malaka

Walikota Kupang Cabut Status KLB DBD

Vokalis Band Zul Zivilia Terancam Hukuman Mati Karena Kasus Narkoba, Begini faktanya

Dia ungkapkan, peran keluarga, terlebih seorang ibu, sangat penting dalam membina anak dan keluarga.

"Kalau kita bisa atur pernikahan dan kelahiran, dari aspek kesehatan, seorang ibu bisa memperhatikan anak dan keluarga. Kalau dia hamil terlalu mudah, melahirkan terlalu cepat, maka akan kekurangan waktu membentuk generasi," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, angka perempuan yang hamil di bawah usia 20 tahun masih tinggi di Kabupaten Sikka.

Per September 2018, pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sikka memberikan data sebanyak 392 perempuan hamil di bawah usia 20 tahun.

"Di Kabupaten Sikka, sebenarnya untuk perempuan yang hamil di bawah usia 20 tahun lumayan banyak. Tahun 2016 ada 558 orang, 2017 sebanyak 510 orang, dan per September 2018 ada 392 orang," katanya.

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi bersama beberapa mitra untuk menurunkan angka hamil di bawah usia 20 tahun ini. Selain itu mereka juga menyosialisasikan tentang ketahanan keluarga dan program keluarga berencana.

"Kegiatan pada hari Selasa, tanggal 5 Maret 2019, di Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Kegiatan ini adalah kerja sama BKKBN Perwakilan Provinsi NTT dengan Komisi IX DPR RI. Saya hadir dan menjadi narasumber juga dalam kegiatan itu," ungkapnya.

Dikatakan, program KB sesungguhnya mengajak masyarakat untuk menghindari "4 terlalu".

"Program KB itu untuk menghindari "4 Terlalu". Terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu dekat jarak melahirkan, terlalu banyak jumlah anak," ujarnya.

TRIBUN WIKI :Sudah Pernah Kunjungi Fatu Ike? Ayo Dapatkan Foto Kerennya

Jokowi : Awal April 2019 Gaji PNS Naik, Gaji 13 dan 14 Dirapel

Konstantia menjelaskan, berkaitan dengan program meningkatkan SDM masyarakat, maka salah satu jalan yang dilalui adalah peran keluarga.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved