Diancam Dibunuh Pengunjukrasa, Hadung Boleng Meradang di Kantor Polisi

Diancam Dibunuh oleh Oknum Pengunjukrasa, Hadung Boleng Meradang di Kantor Polisi

Diancam Dibunuh Pengunjukrasa, Hadung Boleng Meradang di Kantor Polisi
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
AS Hadung Boleng 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - "Waktu saya mendengar ada oknum pengunjukrasa yang mengancam membunuh saya saat unjukrasa di Pulau Awololong, 24 Januari 2019, saya marah sekali. Saya marah karena saya ini tidak pernah bermasalah dengan siapa pun lalu tiba-tiba ada orang mengancam akan bunuh saya. Saya lalu laporkan masalah ini ke polisi di Polres Lembata. Saat itu saya sepertinya meradang di kantor polisi."

Hal ini diungkapkan AS Hadung Boleng, ketika ditemui POS-KUPANG.COM di kediamannya, Senin (4/3/2019) siang.

Ia mengungkapkan hal itu ketika dikonfirmasi mengenai peralatan kolam apung yang selama ini disimpan sementara di halan rumahnya di Rayuan, Kelurahan Lewoleba Utara, Kabupaten Lembata, NTT.

Pemuda Golo Riwu Aksi Damai Minta Pemkab Manggarai Barat Tempatkan Petugas Medis di Pustu

Dikatakannya, ancaman pembunuhan itu ia dengar setelah seminggu sekelompok masyarakat menggelar aksi unjukrasa di Pulau Siput, Awololong. Atas ancaman itulah ia mendatangi Mapolres Lembata dan melaporkan kasus tersebut setelah satu minggu kemudian, tepatnya pekan pertama Februari 2019.

Wujud Syukur Asep Purnama Relakan Apotek Agradece Jadi Posyandu

Tak hanya ke kantor polisi, lanjut Hadung Boleng, tapi dirinya juga datang ke Kantor Bupati Lembata. Di kantor bupati itu, ia menemui Penjabat Sekda Lembata, Anthanasius Aur Amuntoda. Kepada Amuntoda ia meminta agar pemerintah juga mengawal kasus ancaman pembunuhan atas dirinya tersebut.

Disebutkannya, selama ini ia tak punya masalah dengan siapa pun termasuk kelompok pendemo tersebut. Namun dirinya terkaget-kaget ketika mendengar kabar kalau saat unjukrasa tersebut ada oknum yang melontarkan pernyataan bernada kriminal tersebut.

Oleh karena itu, lanjut dia, ia bersama anak-anaknya mendatangi Mapolres Lembata dan melaporkan kasus tersebut. Ia berharap aparat Polres Lembata menindaklanjuti laporan tersebut. "Saya sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Saya harap polisi menindaklanjutinya," ujar Hadung Boleng.

Dia mengatakan, sejak peralatan kolam apung itu tiba di Lembata, ia dihubungi oleh pengawas pekerjaan itu agar bersedia menyimpan semua peralatan itu di halaman rumahnya. Olehnya, sudah dua bulan lebih ini semua peralatan tersimpan aman di rumahnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved