KPK Panggil Bupati Lampung Timur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim alias Nunik dalam penyidikan kasus suap terkait pengadaan barang da

KPK Panggil Bupati Lampung Timur
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah 

POS KUPANG.COM -  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim alias Nunik dalam penyidikan kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah kKbupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.

Chusnunia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa (MUS).

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim alias Nunik sebagai saksi untuk tersangka MUS (Mustafa) terkait suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK sedang mendalami soal dugaan aliran dana kepada Mustafa untuk mendapatkan pekerjaan atau proyek di Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Sebelumnya pada 30 Januari 2019, KPK menetapkan tujuh tersangka untuk tiga perkara berbeda dalam pengembangan perkara suap kepada DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait pinjaman daerah pada APBD Tahun Anggaran 2018.

Dalam perkara pertama, KPK menetapkan Bupati Lampung Tengah 2016-2021 Mustafa (MUS) sebagai tersangka.

Tersangka Mustafa selaku Bupati Lampung Tengah 2016-2021 diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.

KPK menduga Mustafa menerima "fee" dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran "fee" sebesar 10 persen-20 persen dari nilai proyek. 

Total dugaan suap dan gratifikasi yang dlterima yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas Mustafa sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021, yaitu sebesar Rp95 miliar. Ia diduga tidak melaporkan penerimaan tersebut pada Direktorat Gratifikasi KPK.

Seorang Ibu Tega Tinggalkan 3 Anaknya di Rumah Kontrakan, Sempat Beri Rp 50 Ribu

Untuk diketahui, sebelumnya Mustafa telah divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan pidana 3 tahun penjara, denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan atas perkara memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah 2018.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved