Belasan Imam Baru Tamatan Seminari Tinggi St Mikhael Kembali ke Almamater
Sebanyak 19 imam baru tamatan Seminari Tinggi St Mikhael angkatan tahbisan ke-18 kembali ke almamater untuk bersyukur bersama komunitas
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 19 imam baru tamatan Seminari Tinggi St Mikhael angkatan tahbisan ke-18 kembali ke almamater untuk bersyukur bersama komunitas
Seminari Tinggi St Mikhael Kupang, Kamis (28/2-2019).
Prefek Konvik KAK, Rm. Sipri Senda, dalam rilisnya yang diterima POS-KUPANG.COM, Kamis (28/2-2019), menjelaskan, ke-19 imam baru ini berasal dari 3 keuskupan yaitu 11 orang dari KAK, 4 orang dari Keuskupan Atambua dan 4 orang dari Keuskupan Weetebula.
Dijelaskannya, tradisi imam baru kembali ke almamater untuk bersyukur bersama telah berlangsung selama ini. Para imam yang baru ditahbiskan di keuskupan masing-masing ini, setelah berkarya beberapa waktu, kembali ke rumah induk yang telah melahirkan mereka sebagai gembala.
• Gubernur Laiskodat: Walaupun Banyak yang Kontra Tapi Jalan Terus
Ada kerinduan untuk kembali ke rumah dan bersyukur bersama para pembina, adik-adik frater dan para suster serta karyawan karyawati.
Komunitas STSM bersukacita menyambut 19 putra terbaiknya yang kembali untuk bersyukur melalui perayaan ekaristi dan resepsi bersama.
Misa syukur ini dipimpin oleh Rm. Marsel Nai Kei, imam Keuskupan Atambua yang kini mengabdi di paroki Betun. Yang dipercayakan sebagai pengkhotbah ialah Rm. Nani Kartiba, imam Keuskupan Agung Kupang yang berkarya di Paroki Naikoten.
• Renungan Kristen Protestan, 1 Maret 2019: Kirbat Tuhan Mampu Menampung Semua Kesusahanmu!
Dalam kotbahnya Rm. Nani merefleksikan teks bacaan pertama dari Putra Sirakh yang memberikan nasihat bijaksana untuk hidup mengandalkan Tuhan, bukannya mengandalkan harta dunia.
Para imam baru dalam permulaan karya pelayanan sebagai imam selama beberapa waktu ini tentu saja mengalami sukacita injili karena mengandalkan Tuhan.
• Renungan Harian Katolik, 1 Maret 2019: Waspadai Ketegaran Hati (Markus 10: 1-12)
Apa yang direfleksikan Rm. Nani ditegaskan jembali oleh Rm. Ino Tibu, imam Keuskupan Weetebula yang berkarya di paroki Kererebo.
Dalam sambutannya mewakili rekan-rekan imam baru, ia mengisahkan secuil pengalaman pastoral yang meneguhkan panggilan sebagai imam lantaran setia mengandalkan Tuhan.
Sukacita hidup sebagai imam itu disadarinya sebagai buah dari proses formasi panjang di almamater ini. Karena itu ia berterimakasih kepada para pembina, para dosen dan seluruh komunitas STSM yang telah menempa dirinya dan teman-temannya sehingga menjadi imam yang bersukacita dalam imamat.
Pengalaman dan kesaksian Rm. Ino kiranya menjadi motivasi berharga pagi para frater yang masih berjuang dalam proses formasi imamat.
Demikian ungkapan harapan dari Rm. Sipri Senda, Prefek konvik KAK, mewakili Praeses dan para pembina.
Dalam sambutannya, Rm. Sipri menyampaikan terimakasih kepada para imam baru, terima kasih atas kehadiran para imam baru ini yang telah menghidupkan kembali tradisi imam baru kembali ke rumah untuk bersyukur setelah beberapa waktu vakum.
Kehadiran para imam baru selain untuk memberi motivasi bagi adik-adik frater, juga untuk menimba energi khas rumah formasi yang meneguhkan dan membangkitkan kembali semangat dalam panggilan sehingga ketika kembali lagi ke medan karya, para imam dapat menghadirkan pelayanan yang baik, yang menjadi harapan dan kebanggaan almamater.
Di akhir sambutannya, Rm. Sipri berpesan kepada para imam baru ini untuk menghayati dengan setia dua hal, yaitu jangan lupa doa dan kerja baik-baik.
Selamat melayani di tempat tugas masing-masing! Bila rindu almamater, jangan lupa mampir. Rumah ini tetap terbuka bagi putra-putra terbaiknya yang ingin kembali sekedar bernostalgia atau menimba energi rohani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/belasan-imam-baru-tamatan-seminari-tinggi-st-mikhael-kembali-ke-almamater.jpg)