Opini Pos Kupang
Menyerang Pribadi
Idealisme mengangkat `land reform' adalah hal yang patut diacungkan jempol.
Menyerang Pribadi
Oleh : Robert Bala
Alumnus Resolusi Konflik dan Penjagaan Perdamaian
Universidad Complutense de Madrid Spanyol.
Di ANTARA banyak `tema' yang terus dibicarakan pasca debat 17 Februari lalu, salah satunya adalah tentang seragan atas pribadi.
Jelasnya, dengan mengungkapkan kepemilikan 220 ribu ha lahan di Kalimantan dan 120 ribu ha di Aceh, Jokowi dianggap telah menyerang pribadi.
Yang dibicarakan bukan masalah bangsa tetapi justru pengungkapkan kepemilikan lahan yang pada gilirannya dapat merugikan kubu Prabowo. Yang jadi pertanyaan: apa sebenarnya yang disebut dengan seragan pribadi?
Mengapa serangan pribadi merupakan bagian sesat pikir yang perlu dihindari karena dapat membelokan tujuan yang baik kepada keuntungan sesaat?
Bersifat Abusif
Serangan atas pribadi yang dalam logika disebut `argumentum ad hominem', selalu disadari sebagai kepincangan dalam logika.
Hal itu terjadi karena masalah tidak dibahas, tetapi justru yang diangkat masalah pribadi di luar tema untuk melumpuhkan lawan.
Hal seperti ini bersifat abusif. Ia merupakan kategori yang menyalahi logika. Ia kerap dikategorikan `abusive ad hominem'.
Artinya, pernyataan yang dikemukakan bukan untuk melawan pernyataan lawan debat tetapi ditujukan kepada pribadi yang (sama sekali tidak ada hubungan) mengemukakan pernyataan tersebut.
Serangan atas pribadi juga bisa bersifat sirkumstansial (circumstantial ad hominem). Yang dilakukan bukan untuk menyerang pernyataan lawan debat, tetapi ditujukan kepada hubungan antar pribadi lawan debat yang mengemukakan pernyataan itu.
Jadi masalah itu tidak ada kaitan sama sekali dengan pembicara tetapi ikatan yang dimiliki (suku, agama, ras, golongan) dianggap sama dengan orang yang dikritik sehingga ia pun dilibatkan dalam kasus tersebut.
Pada akhirnya, serangan atas pribadi bisa terjadi secara tidak langsung. Ia disebut juga `tu qouque ad hominem'.
Hal itu dikaitkan dengan lawan debat yang tidak melakukan apa yang diungkapkan. Terjadi kontradiksi antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/debat-capres-kedua-1.jpg)