Jaksa Minta Tipikor Lengkapi Berkas Tobotani

Penyidik tipikor telah menyerahkan berkas perkara kasus itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata

Jaksa Minta Tipikor Lengkapi Berkas Tobotani
POS KUPANG/FRANS KROWIN
KBO Kasat Reskrim, Ipda I Nengah Soekanata 

Jaksa Minta Tipikor Lengkapi Berkas Tobotani

POS-KUPANG.CO| LEWOLEBA -- Penyidik tipikor Polres Lembata kini sedang melengkapi berkas perkara kasus dugaan penyalahgunaan uang negara dalam pembangunan gedung pos pelayanan terpadu (posyandu) di Desa Tobotani tahun 2017 lalu

Hal ini disampaikan Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui KBO Kasat Reskrim, Ipda I Nengah Soekanata di mapolres setempat, Senin (25/2/2019). Ia mengatakan itu ketika dikonfirmasi soal perkembangan penanganan kasus tersebut.

Nengah mengatakan, beberapa pekan lalu, penyidik tipikor telah menyerahkan berkas perkara kasus itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata. Penyerahan tahap pertama itu dengan maksud jaksa mempelajari berkas tersebut.

Badan Keuangan Daerah Ngada Lakukan Uji Petik Pajak Restoran dan Hotel

Mahasiswa di Kupang Diduga Lakukan Aborsi

Laka Lantas di Mbay Pria Ini Tewas Ditempat

Ayah Cabul Anak Kandung di Malaka Sudah Tersangka

BREAKING NEWS: Tragis ! Usai Melahirkan, Pasangan Luar Nikah di Lasiana Kubur Bayinya

Setelah dipelajari, jaksa mengembalikan lagi berkas perkara tersebut kepada penyidik tipikor, lengkap dengan beberapa petunjuk. Salah satunya adalah memeriksa lebih intensif beberapa oknum terkait, diantaranya oknum yang bertugas mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Atas petunjuk tersebut, lanjut Nengah, saat ini penyidik tipikor sedang memeriksa para pihak terakhir. Sedangkan oknum Kepala Desa (Kades) Tobotani, Abdullah Burhan, kini telah ditahan di sel Mapolres Lembata dan brrstatus sebagai tersangka.

Selain menahan oknum kades tersebut, lanjut Nengah, penyidik tipikor juga telah menyita sejumlah uang dari tangan oknum tersangka, Abdullah Burhan. Saat itu, uang yang disita sebanyak Rp 10 juta yang dijadikan sebagai barang bukti.

Dalam kasus tersebut, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, baik dari BPD Tobotani maupun sejumlah warga yang terkait erat dengan pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung posyandu tersebut. Bahkan penyidik juga telah mendatangkan ahli untuk melakukan penghitungan teknis atas pekerjaan tersebut.

Dalam kasus tersebut, ungkap Nengah, penyidik juga telah mengungkap tabir adanya kwitansi fiktif atas sejumlah material bangunan untuk pembangunan fasilitas umum tersebut. Bahkan ditemukan pula dugaan mark up dalam pembelian material bangunan tersebut.

Semua modus dalam dugaan penyalahgunaan keuangan negara itu, lanjut Nengah, telah dituangkan dalam berkas perkara kasus Tobotani, ya g sekarang ini sedang dilengkapi. "Kami akan melengkapi berkas perkara tersebut untuk segera diserahkan lagi kepada jaksa," ujar Nengah. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved