Sambil Berjalan Memilih Sampah, Mereka Berseru Sayangi Bumi

Komunitas Karang Kota Kupang dan Badan Pekerjaan Rayon (BPR) XVI Mahasiswa Arsitek Indonesia (MAI) NTT gelar aksi kumpul sampah. Yang lain kapan?

Penulis: Lamawuran | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/LAMAWURAN AMBUGA
Komunitas Kota Karang Kupang aksi pilih sampah 

Dia mengatakan, kegiatan ini semata mengajak orang agar lebih menjaga kebersihan lingkungan dan mencintai bumi ini.

"Kami jalan santai sambil memungut sampah dan mengedukasi masyarakat dengan membawa poster-poster. Isi poster itu menyerukan masyarakat untuk hidup lebih ramah lingkungan, melihat bumi yang sedang mengalami krisis ekologi," kata Yulia Mberu, Sabttu pagi.

Namun, seruan itu teenyata tidak dengan serta-merta diikuti masyarakat pada umumnya, termasuk warga yang bersenang-senang di lokasi Cara Free Day itu.

"Masih banyak yang buang sampah plastik sembarangan," ujar Yulia.

Pemkot Kupang Target Turunkan Sampah 30 Persen

Lagu Untuk Viktor Gubernur Pilih Sampah Rakyat Menonton

Kegiatan ini bukanlah baru pertama kali mereka gelar. Seminggu sebelumnya, mereka turun ke lokasi yang sama dan melakukan aksi serupa.

Ke depan, kata Yulia, mereka akan menggelar kegiatan lain namun masih dalam visi misi komunitas mereka.

"Rencana Komunitas Karang ke depannya adalah melakukan penanaman pohon, mengangkat salah satu isu penting yang diperhatikan dalam komunitas kami," lanjut Yulia.

Kampanye menyayangi bumi ternyata tak sesulit yang dipikirkan banyak orang. Media yang digunakan pun tak perlu ribet-ribet.

Seperti pagi ini. Media kampanye yang digunakan oleh Komunitas Karang dan BPR-XVI MAI NTT adalah gambar-gambar dan tugas perkuliahan yang pernah dibuat.

"Kita pakai poster dan tugas-tugas (kuliah) kita. Jadi tidak keluar dana. Tidak usah ribet-ribet. Tujuannya ke masyarakat agar jaga lingkungan," kata Wakil ketua BPR-XVI MAI NTT, Adi Tahir (23), dalam sela aksi itu.

Dikatakan, mereka akhirnya bergabung dengan Komunitas Karang Kota Kupang mengampanyekan hal ini karena merasa memiliki kesamaan tujuan.

Tantangan Pengelolaan Sampah di NTT

VIDEO: Kata-Kata Pedis Gubernur NTT Viktor Laiskodat ke Manajemen Lippo Plaza Kupang Soal Sampah

"Juga, ada senior yang menjadi penggagas Komunitas Karang. Jadi kami sering kumpul bersama," kata Adi.

Ada hal lain lagi yang unik pada pagi yang cerah itu. Kedua komunitas itu dikunjungi oleh Relawan Demokrasi KPU Kota Kupang Basis Komunitas. Relawan KPU Basis Komunitas itu langsung melakukan sosialisasi tentang Pemilu 2019 di tempat itu.

Rustam, Ketua Relawan Demokrasi Basis Komunitas saat ditemui di lokasi kegiatan mengatakan, mereka menyosialisasikan tentang warna gambar pada kertas suara pemilihan.

"Kami hanya sampaikan warna gambar dari tiap tingkat, misalnya warna untuk kertas suara DPR dan presiden. Target kami di komunitas-komunitas yang ada," katanya, Sabtu (23/2/2019).

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved