Kasus Kekerasan Anak di Kupang Masih Tinggi, Save the Children Bentuk Gugus Tugas

Miris, kasus kekerasan anak di Kabupaten Kupang masih tinggi. Tahun 2017 sebanyak 34 kasus dan tahun 2018 sebanyak 29 kasus

Kasus Kekerasan Anak di Kupang Masih Tinggi, Save the Children Bentuk Gugus Tugas
POS-KUPANG.COM/YENI RAHMAWATI
workshop menuju kabupaten layak anak 

Kasus Kekerasan Anak di Kupang Masih Tinggi, Save the Children Bentuk Gugus Tugas

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Survey Kesehatan Global tahun 2015 melaporkan bahwa kekerasan terhadap anak oleh orang dewasa adalah tindakan pembenaran dan hal ini merupakan ancaman terhadap kesejahteraan anak-anak.

Hal ini dikarenakan sistem perlindungan anak di sekolah belum tersedia untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.

Bahkan global report 2017 tentang "ending violence in childhood" menyatakan bahwa 73,7 persen anak usia 1-4 tahun mengalami pendisplinan dengan kekerasan dan hukuman fisik.

Technical Program Manager Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Benny Giri menyampaikan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesungguhnya telah memberikan perhatian pada masalah tersebut.

Warga Kota Kupang Dukung Stop Kekerasan Anak, Mereka Antusias Lakukan Ini

Ada 8 Kasus Kekerasan Anak Pada Tahun 2018 Ditangani P2TP2A Nagekeo

Perhatian itu diwujudkan melalui penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Anak pada Satuan Pendidikan yang mana mengamanatkan, sekolah maupun kabupaten wajib membentuk Tim Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan.

"Akan tetapi kesadaran masyarakat kita terhadap pentingnya perlindungan anak masij jauh dari harapan. Di kabupaten sendiri berdasarkan data dari Unir Perlindungan Perempuan dan Anak pada Polres Kupang tercatat ada 34 kasus kekerasan anak yang dilaporkam pada tahun 2017. Sedangkan sampai dengan Agustus 2018 terdapat 29 kasus," terang Beny.

Workshop ini dihadiri oleh PGRI, Yupenkris, Yayasan Swasti Sari, Sat Pol PP, Dinas Sosial, P2KBP3A dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang.(*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved