Darius Marah Nama PLN Dibawa Dalam Kasus Dugaan Penipuan di Desa Katakeja

Darius Marah Karena Nama PLN Dibawa Dalam Kasus Dugaan Penipuan di Desa Katakeja

Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Manager PLN Rayon Lewoleba, Darius Uren 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Manajer PLN Rayon Lewoleba, Lembata, Darius Uren, marah besar saat mendengar nama PLN dibawa-bawa dalam kasus dugaan penipuan yang terjadi di Desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata.

Ia mengatakan selama ini, PLN tidak pernah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengumpulkan uang guna memasang instalasi listrik di rumah-rumah warga. PLN juga tak pernah menunjuk vendor atau instalatur tertentu untuk memasang instalasi listrik di rumah warga di Desa Katakeja itu.

Pasalnya, kata Darius kepada POS- KUPANG.COM di ruang kerjanya, Rabu (20/2/2019), saat ini PLN masih menunggu finalisasi pemasangan jaringan listrik oleh kontraktor yang dipercayakan memasang jaringan listrik ke wilayah Kecamatan Atadei. Lantaran jaringan belum selesai dipasang, maka pihaknya tak bisa melangkah jauh termasuk meminta masyarakat mengumpulkan uang sebagai biaya pemasangan instalasi listrik di rumah masing-masing.

Penderita DBD di TTU Capai 66 Kasus, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan

Oleh karena itu, lanjut dia, kasus yang terjadi di Desa Katakeja itu merupakan perbuatan oknum tertentu. Olehnya, polisi diminta untuk memroses kasus tersebut sampai tuntas. "Kami minta polisi untuk memroses kasus itu sampai tuntas. Ini harus dilakukan supaya memberikan efek jera kepada oknum bersangkutan agar tidak mengulanginya lagi pada hari-hari yang akan datang," ujar Darius.

Proyek Kantor Bupati Sikka Tidak Rampung, Bupati Digugat Kontraktor

Beberapa tahun lalu, lanjut dia, pihaknya telah mengingat para kepala desa agar tidak melakukan pengumpulan uang dari masyarakat dengan alasan pemasangan instalasi listrik di rumah warga. Imbauan itu telah disampaikan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.

Ternyata apa yang dikhawatirkan itu kini terjadi. Bahwa warga Desa Katakeja ternyata diminta mengumpulkan uang untuk pemasangan instalasi listrik di rumah warga. Padahal saat ini PLN masih pada tahap menunggu finalisasi pemasangan jaringan listrik ke wilayah Kecamatan Atadei oleh kontraktor.

Darius juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendengar kabar mengenai inisiatif oknum sekretaris Desa Katakeja yang mengumpulkan uang dari masyarakat dengan alasan pemasangan instalasi listrik.

Selanjutnya uang itu diserahkan kepada oknum instalatur yang ternyata tidak diikuti dengan pemasangan instalasi listrik dirumah-rumah penduduk. "Perbuatan oknum itu sama sekali tidak diketahui oleh PLN. Kami malah baru tahu setelah terjadi kasus dan dilaporkan ke aparat penegak hukum. Kami juga minta agar kasus itu diproses sampai tuntas," ujar Darius.

Ia juga siap memberikan keterangan kepada polisi jika diminta. Pihaknya tentu akan memberikan keterangan mengenai mekanisme yang berlaku di tubuh PLN sampai pada tahap pemasangan instalasi listrik di rumah penduduk. "Kami siap memberikan keterangan kepada polisi," ujarnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved