Renungan Kristen Protestan 19 Februari
Kenyamanan Sejati
Tuntutan yang diberikan Yesus ini merupakan suatu tuntutan yang susah bagi kita orang-orang Kristen modern.
Menjadi pengikut Yesus berarti, tidak semua cara hidup Yesus diikuti. Kita tidak harus mengikuti cara hidup Yesus sebagai pengkhotbah keliling, dan berkhotbah dari satu kota ke kota yang lain tanpa rumah. Tidak berarti meninggalkan semua keluarga kita?
Yang dimaksudkan oleh Yesus adalah panggilan untuk tidak mengarahkan seluruh perhatian kita pada kenyamanan hidup, pada keluarga, dan pada hal-hal yang ada di sekitar kita.
Tetapi bagaimana hidup dalam pengharapan dan tetap percaya kepada Allah.
Bagaimana kita mengarahkan hidup kita bukan pada hal-hal yang sementara, tetapi pada sesuatu yang bersifat kekal. Ini poin penting yang kedua
Kalau Yesus bilang bahwa Ia tidak punya rumah bukan berarti para pengikut Yesus tidak perlu punya rumah dan semua ramai-ramai tinggal di bawah pohon?
Bagaimana kita bisa hidup tanpa rumah? Rumah memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan, tetapi rumah juga merupakan simbol kenyamanan, bahwa dalam mengikut Yesus, banyak kali kita tidak merasa nyaman.
Banyak tantangan yang kita hadapi. Banyak kali kita sudah memiliki banyak hal tetapi kita tidak merasa nyaman.
Selama kita mengikut Dia, kita masih harus mengalami berbagai penderitaan, Yesus mau memberi tahu kepada pengikutNya bahwa menjadi pengikut Yesus banyak kali kita akan mengalami ketidaknyamanan.
Ketidaknyamanan bisa juga dalam berbagai bentuk. Untuk bisa mengatasi ketidaknyamanan itu, kita mesti berpikir menurut cara berpikir Kristus.
Bagaimana kita berpikir menurut cara berpikir Kristus, sementara kita manusia biasa?
Menurut Boenhoffer, orang yang menyadari eksistensi dia masa kini, dan mampu menyadariNya dan memisahkanNya dan menjadikan Yesus sebagai sebuah eksistenti baru.
Eksistensi yang didasarkan pada kasih Yesus.
Contohnya Rasul Paulus dalam Galatia 2:20 " 20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."
Cara berpikir Kristus, yaitu, ketika kita rela meninggalkan kenyamanan kita untuk berbagi dengan orang lain.
Misalnya, baru terima gaji 13, sudah rencana mau beli semen untuk sambung dapur, atau teras, atau beli tambah bunga, atau kebutuhan-kebutuhan yang sudah lama tertunda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-messakh-dethan.jpg)