Wakasek SMAN 4 Kota Kupang Harap Dinas Pendidikan NTT Ambil Sikap Tegas
Dinas Pendidikan Provinsi NTT mengambil sikap tegas terkait serangan yang dialami oleh pihaknya dari siswa lain.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Wakasek SMAN 4 Kota Kupang Harap Dinas Pendidikan NTT Ambil Sikap Tegas
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Kesiswaan SMAN 4 Kota Kupang, Zulkarnain, S.Pd mengharapkan Dinas Pendidikan Provinsi NTT mengambil sikap tegas terkait serangan yang dialami oleh pihaknya dari siswa lain.
Kejadian penyerangan tersebut dialami pihaknya pada Sabtu (16/2/2019) siang sekitar pukul 11. Wita.
"Dinas Pendidikan Provinsi NTT harus mengambil sikap," ungkapnya ketika dihubungi POS-KUPANG.COM per telepon pada Minggu (17/2/2019) malam.
• Wanita Asal Kefamenanu Histeris Saat Sadar Suami Meninggal Disampingnya
• Wanita Asal Kefamenanu Histeris Saat Sadar Suami Meninggal Disampingnya
• Esthon Foenay Ikut Nobar Debat Capres-Cawapres di Kelurahan Tode Kiser
Selain itu, Ketua Ikatan Sarjana NU NTT ini juga berharap Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat pun harus mengambil sikap terkait persoalan tersebut sehingga persoalan tersebut tidak boleh terjadi lagi.
"bahkan Gubernur NTT (Viktor B. Laiskodat) yang dikenal tegas sudah harus ada suara supaya para kepala sekolah lebih disiplin. Beliau kan dikenal orang yang tidak tegas. Pegawai yang tidak disiplin saja beliau sudah menyiapkan rompi oranye," ungkapnya.
• Debat Capres Sesi Kedua, Pius Rengka Sebut Jokowi Diuntungkan
• Rektor Unkris Kupang: Pembangunan Infrastruktur Harus Menunjang Produksi Pertanian NTT
• Menyusup ke Sarang ISIS Selama 6 Bulan, Wartawan Prancis Temukan Fakta Mengejutkan
• Debat Capres Sesi Kedua, Nelson Matara Katakan NTT Tak Ada Pilihan Lain Selain Jokowi
Dengan sikap dari Gubernur Viktor, lanjut Zulkarnain, diharapkan para kepala sekolah dapat lebih serius dalam menangani serta mencegah kejadian serupa terjadi lagi.
"Kami kepingin intervensi dari beliau supaya kepala sekolah lebih takut," ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya juga berharap pihak SMKN 2 Kota Kupang lebih kooperatif untuk menangani dan bersama menyelesaikan persoalan tersebut.
Pasalnya, kejadian penyerangan terhadap SMAN 4 Kota Kupang sudah tiga kali dilakukan oleh siswa SMKN 2 Kota Kupang. Sejak 2014 sudah tiga kali SMAN 4 Kota Kupang diserang.
"Untuk SMKN 2 tidak boleh tutup. Harus duduk bersama membuat formula sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan lagi," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/zulkarnain-spd.jpg)