Berita Tamu Kita

Tamu Kita : Haji Andi Baso Pembuat Kapal Pesiar di Labuan Bajo

Haji Andi Baso merupakan salah satu pengusaha kapal pinisi yang sukses dalam 10 tahun terakhir walau sempat jatuh bangun.

Tamu Kita : Haji Andi Baso Pembuat Kapal Pesiar di Labuan Bajo
DOKUMENTASI HAJI ANDI BASO
Haji Andi Baso Pembuat Kapal Pesiar 

Lalu, kapan Anda mulai membuka usaha di Labuan Bajo?
Saya ke Labuan Bajo pada tahun 1989. Sampai di sini saya jual konveksi dan jual beli hasil laut. Saat itu Komodo mulai dikenal, turis-turis mulai berdatangan. Lalu saya mulai terinspirasi untuk kembali ke profesi lama saya, tetapi bukan tukang perbaiki kapal. Melainkan membangun kapal sendiri.

Bagaimana Anda memulai membuat kapal pinisi di Labuan Bajo?
Tahun 2009 saya mulai bangun kapal pinisi. Bodi kapal saya buat di Makassar lalu dibawa ke Labuan Bajo untuk disempurnakan, seperti pembuatan kabinnya. Selesai pembuatan pada awal tahun 2010. Waktu itu kapal yang sudah saya buat tidak langsung dijual. Saya sendiri coba pakai di perairan Labuan Bajo. Setelah dua kali trip, ada tamu yang tertarik membeli kapal tersebut. Saya pun menjualnya.

Sudah berapa banyak kapal yang Anda buat sejak saat itu sampai sekarang?
Saya sudah membuat sekitar 30 unit kapal dan paling banyak kapal pinisi untuk digunakan sebagai kapal wisata. Karena, ada juga kapal biasa yang tanpa tiang dan tanpa layar.

Berapa orang karyawan yang Anda pekerjakan dalam pembuatan kapal?
Saya mempekerjakan karyawan sebanyak 30 sampai 40 orang. Kebanyakan mereka tinggal di Labuan Bajo dan masih hubungan keluarga.

Berapa harga kapal yang selama ini Anda jual?
Bervariasi antara Rp 500 juta sampai Rp 3 miliar satu kapal. Pembelinya kebanyakan bule, ada yang dibawa ke Alor dan beberapa tempat lainnya di Indonesia. Kapal pertama dulu dibeli oleh bule dari Perancis, namanya Mister Serdik. Dia bawa kapal itu ke Alor.

Apa bedanya menjadi tukang kapal dan menjadi pengusaha kapal?
Kalau dulu saat menjadi tukang kapal, misalnya ada orderan pembuatan kapal dengan biaya Rp 100 juta lalu jumlah pekerja 10 orang. Maka uang itu dibagi sesuai tingkatan pekerjaan. Kepala tukangnya 10 persen sisanya bagi ke kami sesuai tingkatan. Kalau sekarang, saya yang mengaturnya sendiri.

Selain menguntungkan, apa yang membuat Anda masih tertarik dengan usaha di bidang kapal pinisi?
Karena hobi dan tidak banyak resikonya. Mungkin karena terlahir sebagai anak tukang kapal.

Juventus versus Frosinone, Luara Biasa, Ronaldo Bikin Gol dan Assist di 3 Laga Beruntun

Untuk membuat sebuah kapal, dari mana Anda mendapatkan bahan bakunya ?
Kayunya saya dapat dari Kalimantan seperti Kayu Ulin dan Kayu Besi yang digunakan untuk pembuatan body dan struktur kapal. Sedangkan bagian lainnya menggunakan kayu jati asli Flores.

Sampai saat ini ada berapa banyak kapal wisata yang sudah laku tetapi beroperasi di Labuan Bajo ?
Lebih dari 10 unit sekarang beroperasi di perairan Labuan Bajo. Ada kapal pinisi yang terdiri dari dua tiang dan tujuh layar, tetapi ada juga kapal wisata biasa untuk diving.

Apakah sekarang masih mendatangkan bahan baku dari Kalimantan?
Sekarang kebanyakan membeli kapal second lalu saya renovasi lagi. Kalau beli di Makassar berarti renovasi di sana, begitu juga kalau beli di Kalimantan berarti renovasi di Kalimantan, tetapi tetap disempurnakan di Labuan Bajo.
Selama ini saya membuat saja kapal tanpa harus diorder lebih dulu. Setelah jadi, kalau ada yang berminat untuk beli silahkan. Tetapi setelah beli kalau pembelinya minta untuk merubah lagi penataan kabinnya, say juga tetap melayani.
Saat ini ada empat kapal baru yang saya tangani, dua diantaranya sudah jadi, sedangkan dua lainnya sedang ada penataan lagi. (*)

Terkait Tawuran Pelajar, Kepsek SMKN 2 dan SMAN 4 Kupang Dipanggil DPRD NTT

BIODATA :

Nama : Haji Andi Baso.
Sapaan : Haji Baso.
Lahir : Desa Ara, Bulukumba, Sulawesi Selatan, 7 Juli 1967.
Isteri : Haja Yusdiana.
Anak : Devi, Fian, Adi, Rista dan Alim.

Pendidikan :
1. SDN 164 di Ara Bulukumba
2. SMPN di Ara
3. SMA Yastema di Makassar

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved