Stick Kelor Sebagai Camilan kaya manfaat

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi penghasil kelor dan telah ditetapkan menjadi provinsi kelor dan sekaligus menjadik

Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Stick Kelor produk SMK-PP Negeri Kupang 

POS KUPANG.COM - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi penghasil kelor dan telah ditetapkan menjadi provinsi kelor dan sekaligus menjadikan kelor sebagai komoditas unggulan lokal.

Hampir setiap bagian dari tanaman kelor dapat dimanfaatkan oleh masyarakat NTT sebagai bahan sayuran yang kaya akan vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi.

Selain untuk sayuran, kelor juga dapat dimanfaatkan menjadi suatu olahan makanan yang digemari oleh lapisan masyarakat dengan citarasa yang enak nan bergizi tinggi yaitu dengan dibuat olahan camilan berupa stick kelor.

Tim pengolahan pascapanen SMK-PP Negeri Kupang yang terdiri dari Erlin N. Lauwoie, Memory D. Thobe, dan Costanse J. Keluanan dan beberapa siswa dari Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) SMK-PP Negeri Kupang pada Kamis, (14/02/2019) membuat olahan dari kelor berupa stick kelor di ruang laboratorium pascapanen.

Bahan dasar stick kelor adalah daun kelor yang telah dikeringkan dengan oven kemudian dilumatkan dengan cara diblender sampai halus menyerupai tepung.

Tepung daun kelor ini kemudian dicampur dengan gula halus, santan, mentega, terigu, dan air secukupnya, kemudian diaduk hingga semua bahan tercampur rata. Setelah adonan tercampur rata kemudian dicetak dengan mesin cetak dan dipotong sesuai ukuran dan goreng dengan minyak yang mendidih. 

 
Menurut Erlin N. Lauwoie selaku guru mata pelajaran produktif kegiatan membuat stick kelor merupakan salah satu kegiatan yang dapat menumbuhkan minat generasi muda terutama generasi milenial atau penumbuhan wirausahawan muda pertanian

untuk lebih kreatif dan inovatif membuat olahan dengan bahan baku kelor yang sangat melimpah di provinsi NTT yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

“Kelor merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, kelor juga dapat diolah menjadi berbagai olahan yang banyak digemari oleh masyarakat”, ujar

Memory D. Thobe salah satu pengelola laboratorium pascapanen SMK-PP Negeri Kupang, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian.

Selain itu himbauan dari Gubernur NTT bahwa masyarakat harus menanam dan memanfaatkan kelor sebagai salah satu cara menjaga lingkungan juga memberikan gizi kepada masyarkat serta meningkatkan pendapatan ekonomi.

Hal ini didukung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT,Yohanes Tai Ruba mengatakan upaya Gubernur NTT,Viktor Bungtilu Laiskodat untuk membumikan pohon kelor di NTT. Sampai tahun 2023 NTT menargetkan 50 juta pohon kelor di seluruh NTT.

Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan sekarang menyiapkan klaster-klaster pohon kelor.Klaster yang dimaksud adalah klaster daun dan klaster biji. (Wid)

Stick kelor
Stick kelor (istimewa)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved