Berita Kota Kupang Terkini

Prestasi Tertinggi Christian Jadi Dokter Di Asian Games

Kecintaannya pada olahraga khusus tinju membuat dia tertarik menjadi dokter olahraga termasuk jadi dokter termuda saat pelaksanaan Asian Games

Prestasi Tertinggi Christian Jadi Dokter Di Asian Games
Christian Widodo
Christian Widodo

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG-DOKTER adalah profesi dari Christian Widodo. Namun rasa cintanya terhadap olahraga tinju sudah sejak lama yakni masih kuliah di Jakarta dan sampai saat ini pun olahraga ini sangat digemarinya sehingga latihan tinju masih kerap dilakukannya.

"Kalau lihat saya latihan tinju, orang tua saya bilang, saya ini salah masuk jurusan harusnya jadi petinju. Memang kalau saya tidak jadi dokter, pasti jadi petinju," kata Christian sambil tertawa.

Menjadi dokter dan mengurus olahraga, mungkin merupakan pilihan yang sedikit dari para dokter.

Mengapa? Pria kelahiran Surabaya, 16 November 1986 menuturkan bahwa mengurus olahraga itu lebih banyak mengeluarkan dana dari pada mendapatkan uang.

Contohnya jika dia harus meninggalkan tugas sebagai dokter praktek untuk mengawasi saat pertandingan tinju.

Christian widodo dan keluarga
Christian widodo dan keluarga (Christian Widodo)

"Saya ada klinik sehingga harus ada dokter pengganti. Kalau saya bertugas selama satu minggu maka dokter pengganti juga harus dua orang, pagi dan sore. Belum lagi biaya selama berada di luar," ujar pemilik klinik 24 jam Kupang Graha Medika.

Meski yang diperoleh lebih sedikit dari pada uang yang harus dikeluarkan, namun bagi Christian hal ini membuatnya happy karena baginya hal itu adalah refreshing dari tugasnya.

Prabowo Jenguk Ibu Ani Yudhoyono yang Dirawat di Singapura, Ini Harapannya

Daftar Caleg Eks Koruptor Tak Diumumkan di TPS, Arief Budiman Beberkan Alasannya

Ketua Bidang Kesehatan KONI NTT yang juga Ketua Bidang Kesehatan Pertina NTT ini mengungkapkan alasannya mendirikan Sasana Warrior karena sejak masih kuliah suka dengan tinju.

Saat kembali ke Kupang, dan rasa cinta terhadap tinju sehingga dia melihat ada banyak fasilitas yang belum lengkap padahal orang NTT paling cepat kalau disuruh latihan tinju, potensi sudah ada tinggal dipoles sedikit

Sebagai pemilik Warrior Training, Christian mengaku kalau saat ini setiap bulan dia harus nombok untuk operasional sasana tersebut.

Meski ada iuran dari member tetapi untuk atlet dibebaskan dari biaya, sementara pengadaaan fasilitas untuk tinju cukup mahal, harganya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan.

Prostitusi Online ABG mulai muncul di Kupang NTT? Percakapan Tak senonoh di WhatsApp Beredar

Fasilitas tinju yang disiapkan itu, jika digunakan oleh atlet maka paling lama satu dua bulan sudah harus diganti. Sudah tiga tahun sasana tinjunya membina atlet tinju NTT dan untuk sasana tinju swasta, Warrior lebih lengkap dari yang lain bahkan sempat menjadi tempat TC bagi atlet tinju.

Lalu mengapa mau menjadi dokter olahraga? Christian yang juga Ketua Wushu Indonesia Kota Kupang mengungkapkan alasannya jatuh cinta pada olahraga dan menjadi dokter olahraga dimana tidak semua dokter tertarik.

Tetapi baginya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat sehingga dengan aktivitas yang padat dari pagi hingga tengah malam, sehingga olahraga itu bukan sekedar hobi tapi hal yang harus dilakukan.

Salah satu prestasi tertinggi yang pernah diraih alumni Universitas Tarumanagara Fakultas Kedokteran adalah menjadi dokter olahraga adalah menjadi satu dari dua dokter asal Indonesia yang menjadi dokter olahraga untuk tinju saat pelaksaaan Asian Games di Indonesia.

"Ini adalah prestasi tertinggi yang pernah saya raih. Tidak bisa diulang lagi. Asian Games itu terbesar kedua setelah olimpiade. Dari Indonesia, khusus untuk cabang tinju, saya bersama dokter dari Jakarta yang usianya 70 tahun. Bahkan waktu itu saya menjadi dokter olahraga termuda untuk semua cabang olahraga saat pelaksanaan Asian Games," ungkap suami dari Widya Cahya sambil menambahkan menjadi dokter olahraga saat Asian Games, tidak mudah karena ada banyak yang ikut dalam tahapan seleksi.

Tidak hanya sebagai seorang dokter, Christian pun juga adalah pengusaha. Saat ini dia menjadi ketua HIPMI Kota Kupang dan salah satu yang sering dilakukan adalah sebagai motivator.

Memberikan motivasi kepada generasi muda khususnya anak SMA untuk menjadi wirausaha muda.

Saat ini aktivitas lainnya adalah melakukan pengobatan gratis setiap hari di Kota Kupang. Karena sikap yang terbuka pada masyarakat sehingga hampir setiap hari, ada SMS dan WA yang banyak masuk ke handhone untuk konsultasi mengenai kesehatan.

"Saya bahkan tidak tahu siapa nama mereka, tapi saya selalu berusaha untuk menjawab mereka," ucap Ketua SPI Provinsi NTT ini. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved