Renungan Jumat

Renungan Jumat: Muhasabah Diri

Ingatlah, hari itu airmata tak lagi berguna. Karena hari itu bukan hari untuk berdoa. Hari itu bukan hari untuk meminta.

Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
nusantaramengaji.com
Ilustrasi - Musahabah diri 

Oleh: Muslimin Rusli – Imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima - Kupang

وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلۡمُجۡرِمُونَ نَاكِسُواْ رُءُوسِهِمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ رَبَّنَآ أَبۡصَرۡنَا وَسَمِعۡنَا فَٱرۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ ١٢

Hari ini, tidak terasa, kita telah berada di bulan kedua tahun 2019 M. Begitu cepatnya waktu ini berlalu.

Untuk apa Allah merubah hari ini? Mengapa hari ini terus datang silih berganti dan kita pun berada di dalamnya? وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمۡ شُهَدَآءَۗ karena Allah ingin menguji, siapa yang masih beriman sampai hari ini,agar sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada, (gugur sebagai) syahid.

وَتِلۡكَ ٱلۡأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيۡنَ ٱلنَّاسِ demikianlah hari demi hari Kami pergantikan / kami pergilirkan diantara manusia, (agar mereka mendapat pelajaran) QS: Ali Imran  ayat 140

Nikmat yang paling besar adalah nikmat istiqomah dalam iman dan Islam. Karena banyak, ketika hari berubah, dia pun ikut berubah. Yang dulunya dia orang baik-baik, tapihari ini,dia berobah menjadi tidak baik. Yusbihu mu’minan, pada waktu pagi dia beriman, wayumsi kaafiran,tapi pada waktu sore, dia pun berobah menjadi kafir.

Oleh karena itu kita selalu meminta kepada Allah; ya mukalibal qulub, wahai Engkau yang membolak-balikkan hati, zabits qulubana, kokohkan hati kami, ala diinik, dalam agama-Mu, wa’ala tha’atik,dan dalam ketaatan-Mu.

Lihatlah! Berapa banyak yang dulu susah melarat, miskin. Bahkan untuk hidup dengan sesuap nasi pun sulit. Tapi begitu Allah melapangkan  rejekinya, Allah mengangkat derajatnya, dia malah menjadi hamba yang tidak pandai bersyukur, dia lalai, dia sangka semua yang dia dapatkan adalah jerih payahnya, karena kemampuannya. Padahal sesungguhnya dia telah kufur atas nikmat Allah Swt.

H Muslimin Rusli
H Muslimin Rusli (Dok Pribadi)

Tapi alhamdulillah, pada hari ini, ada hamba yang disehatkan Allah, dia bersyukur. Ada hamba yang ditingkatkan rejekinya, dia tetap bersyukur. Ada hamba yang dinaikkan kuasanya, jabatannya, pangkatnya, derajatnya, dia punmasih tetap bersyukur kepada Allah Swt.

لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧

لَئِن شَكَرۡتُمۡ  kalau kamu syukuri nikmat-Ku, (kata Allah),

لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ pasti akan kutambah, Tapi ingaaat !

وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ  kalau kamu kufur nikmat, kalau kamu ingkar,

إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ  azabku amat sangat hebat, azabku amat sangat dahsyat, aaamat aaamat saaangat mengerikan.

Apakah kita tidak pernah melihat? Berapa banyak orang dimasa lalu, mati dalam azab Allah.Lihatlah,bagaimana Allah menimpakan azab-Nya kepada kaum-kaum sebelumnya. Wa ilaa samud akhahum sholiha, kepada kaum Samud diutus Nabi Saleh. Di mana mereka sekarang, punah, tidak ada yang tersisa di muka bumi ini. Wa ilaa maddyaan akhahum su’aiba, kepada kaum Madian diutus Nabi Su’aib, di mana pula mereka sekarang? Musnah, tidak ada jejaknya di atas bumi ini. Wa ilaa addin akhahum hudaa, pada kaum Ad, diutus pula Nabi Hud, sama juga, tidak ada satupun yang tersisa, semuanya punah, musnah, hilang ditelan bumi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved