Festival Adminstrasi di SMKN 1 Ende Diisi Dengan Berbagai Kegiatan

SMKN 1 Ende menggelar Festival Administrasi Fair, beberapa wakti lalu yang berlangsung di sekolah tersebut. Kegiatan administrasi fair diisi dengan

Festival Adminstrasi di SMKN 1 Ende Diisi Dengan Berbagai Kegiatan
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Kepsek SMKN 1 Ende,Gildus Rangga

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---SMKN 1 Ende menggelar Festival Administrasi Fair, beberapa wakti lalu yang berlangsung di sekolah tersebut. Kegiatan administrasi fair diisi dengan peragaan busana oleh para siswa juga pentas seni dan pemeran hasil karya para siswa dan seminar publik.

Kegiatan itu diisi dengan beberapa item menarik mulai dari dialog publik,, skill Office, jajanan kuliner, pentas seni dan pameran hasta karya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Ende, Gildus Rangga kepada Pos Kupang.Com, Jumat (8/2/2019) mengatakan pelaksanaan gelar karya SMK Expo SMK NEGRI 1 ENDE, merupakan hasil implentasi dari kurikulum 2013 dimana siswa di tuntut untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam dunia pendidikan.

Dikatakan sebagai bentuk partisipasi dalam dunia pendidikan di SMK NEGRI 1 ENDE pihaknya mengharapkan kepada semua pihak untuk memberikan support kepada panitia, agar tujuan yang diadakan ini dapat berjalan dari awal hingga selesai mampu memberikan manfaat bagi semuanya.

Gildus mengatakan, pihaknya mengucapan terima kasih untuk para peserta seminar yang hadir dalam rangka menimba ilmu demi meningkatkan kualitas diri menjadi insan akademis yang unggul dalam berbagai aspek kehidupan.

Dikatakan seiring dengan perkembangan watu dan pesatnya perkembangan tenologi dan informasi serta kurangnya minat dan perhatian para pemuda terhadap seni, budaya, dan keahlian dalam bekerja di suatu instansi atau kantor di Indonesia yang

semestinya diestarikan karena hanya sedikit saja remaja atau pemuda yang bisa membawakan tarian tradisional, membuat jajanan khas asli budaya Indonesia, pameran karya tangan anak bangsa, jika melihat seberapa masyarakat menggunakan tenun dalam kesehariannya.

Dikatakan pergeseran adat, budaya dan keahlian dalam bekerja tampaknya telah berubah wajah anak-anak negeri yang lebih memilih budaya asing dan memainkan handphone ketimbang membaca buku atau melakukan suatu hal yang lebih bermanfaat untuk mereka banggakan.

Hal ini membuat para remaja, pemuda dan sebagian masyarakat mengalami keracuan dalam memahami danmembedakan budaya dan keahlian dan budaya asing serta kemalasan dalam melakukan kegiatan positif.

Halaman
123
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved