Sejumlah Kendaraan Bermotor di Jawa Tengah Dibakar, Polri Sebut Sebagai Teror Kecil, Ini Alasannya

Sejumlah Kendaraan Bermotor di Jawa Tengah Dibakar, Polri Sebut Sebagai Teror Kecil, Ini Alasannya

Sejumlah Kendaraan Bermotor di Jawa Tengah Dibakar, Polri Sebut Sebagai Teror Kecil, Ini Alasannya
KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019). 

Sejumlah Kendaraan Bermotor di Jawa Tengah Dibakar, Polri Sebut Sebagai Teror Kecil, Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, pembakaran sejumlah kendaraan bermotor di Jawa Tengah merupakan tindakan kelompok kecil yang ingin menebar teror.

Ia menyebutkan, dari hasil penyelidikan hingga hari ini, para korban pembakaran kendaraan bermotor tidak memiliki hubungan pribadi atau hubungan lainnya terhadap pelaku teror.

"Ini kan sebagian kecil kelompok yang ingin menyampaikan teror. Ada beberapa petunjuk karena hampir semua korban yang memiliki kendaraan bermotor tidak memiliki masalah," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Setelah Merampas Sepeda Motor dan Telepon Genggam, Enam Remaja Ini Aniaya Korban

Meski demikian, kata Iqbal, kepolisian tidak akan berhenti pada kesimpulan sementara tersebut. Polisi sudah mempersiapkan sejumlah strategi untuk menangani kasus ini.

Iqbal mengatakan, kepolisian sudah membentuk tim khusus yang terdiri dari Bareskrim, Densus 88, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Jateng. "Kasus ini harus diungkap, kalau tidak, akan terus menimbulkan keresahan," ujar Iqbal.

Perludem Temukan 14 Caleg Eks Koruptor Belum Masuk Daftar yang Dirilis KPU, Ini Rinciannya

"Upaya pencegahan sudah kami lakukan dengan mengimbau masyarakat mengoptimalkan kembali sistem keamanan lingkungan di semua perkampungan," lanjut dia.

Hingga saat ini, telah terjadi 26 kasus pembakaran kendaraan bermotor di Jawa Tengah.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menyebut, teror pembakaran sejumlah kendaraan di wilayahnya ditujukan untuk menakuti masyarakat.

Berdasarkan rangkuman dari sejumlah kejadian, motif pembakaran diduga hanya untuk menakut-nakuti.

Ia menegaskan, polisi serius mengungkap persoalan teror pembakaran kendaraan dan menuntaskan kasus ini dengan cepat. Polisi hingga kini masih mengumpulkan barang bukti terkait di tahap penyelidikan.

Kepolisian belum dapat mengungkap kasus ini karena minimnya barang bukti. Kejadian teror yang rata-rata dilakukan pada dini hari atau menjelang subuh itu tidak banyak ada saksi yang melihat kejadian.

Selain itu, kamera pengintai yang dipasang di perumahan juga tidak secara jelas menunjukkan ciri-ciri pelaku pembakaran. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved