Pertumbuhan Provinsi NTT Tahun 2018 Melambat

Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT tahun 2018 sedikit melambat dibanding tahun 2017 dan 2016

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/YENI RAHMAWATI
Konfrensi pers BPS NTT bulan Februari 2019 

Pertumbuhan Provinsi NTT Tahun 2018 Melambat

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG- Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT tahun 2018 sedikit melambat dibanding tahun 2017 dan 2016. Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT 5,13 persen turun jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT tahun 2017 yang mencapai 5,16 persen dan tahun 2016 sebesar 5,18 persen.

Hal itu disampaikan Kepala BPS NTT, Ny Marittje Pattiwaellapia, pada Jumpa Pers Bulanan di Aula Rapat Lantai II Kantor BPS NTT, Rabu (6/2/2019. 

Maritje menjelaskan, perekonomian NTT berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencapai 99,09 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 65,94 triliun.

Kepala BPS NTT, Maritje Awali Jumpa Pers Dengan Bahasa Inggris

Ini Harapan Kepala BPS NTT Untuk Perkembangan Inflasi di NTT

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minum sebesar 12,16 persen, diikuti oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas, 9,57 persen dan transportasi dan pergudangan, 7,92 persen.

Dijelaskan Maritje, struktur ekonomi menurut lapangan usaha 2018 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 28,40 persen. Kemudian disusul oleh lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 13,34 persen dan lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 11,16 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi NTT pada 2018, lanjutnya, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib memiliki sumber pertumbhhan tertinggi sebesar 0,93 persen, diikuti oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dan perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sama-sama sebesar 0,85 persen.

Kepala BPS NTT Sebut Berhenti Merokok, Kurangi Angka Kemiskinan

BPS NTT Survey Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto di Wilayah NTT

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga sebesar 9,76 persen.

"Perlu ada inovasi untuk menggarap pertanian di NTT. Agar ekonomi di NTT tumbuh lebih tinggi. Potensi pertanian di NTT begitu luar biasa. Tapi bagaimana pola tanam para petani? Apakah petani menikmati hasil produksinya atau dinikmati oleh para distributor? Misalnya petani memiliki kelapa tapi dibeli murah oleh distributor. Hal inilah yang perlu didorong. Pemerintah harus mendorong pertanian di NTT," tuturnya.

Dijelaskan lebih lanjut, ekonomi NTT triwulan IV-2018 dibandingkan dengan triwulan IV-2017 tumbuh sebesar 5,32 persen.

Pertumbuhan ekonomi positif terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yaitu 11,22 persen.

Selanjutnya disusul oleh lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 8,08 persen dan transportasi dan pergudangan sebesar 7,81 persen.

Ia mengatakan, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan masih mendominasi perekonomian NTT pada triwulan IV-2018 dengan kontribusi sebesar 26,97 persen.

Diikuti oleh lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi sebesar 13,76 persen dan lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda sebesar 11,45 persen.

Bila dilihat dari penciptaan pertumbuhan ekonomi NTT triwulan IV-2018, maka lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar yaitu sebesar 1,12 persen.

Kemudian disusul oleh lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor dan lapangan usaha asministrasi pemerintahan, pertahanan dengan konstribusi yang sama besar yaitu 0,94 persen. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved