Direktur Politeknik Negeri Kupang Dinilai Endapkan Surat Undur Diri Kepala Laboratorium
Direktur Politeknik Negeri Kupang dinilai mengendapkan surat pengunduran diri dosen berinisial AL selama dua tahun
Penulis: Lamawuran | Editor: Adiana Ahmad
Direktur Politeknik Negeri Kupang Dinilai Endapkan Surat Undur Diri Kepala Laboratorium
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran
POS-KUPANG.COM | KUPANG- Direktur Politeknik Negeri Kupang dinilai mengendapkan surat pengunduran diri dosen berinisial AL selama dua tahun. Sebelum mengajuka surat pengunduran menjabat sebagai Kepala Laboratorium Konversi Energi pada Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Kupang.
Berdasarkan penjelasan dari AL, surat tersebut adalah pengunduran dirinya sebagai kepala Laboratorium Konversi Energi pada Jurusan Teknik Mesin, yang dibuatnya pada tanggal 6 Februari 2017.
"Sampai dengan hari ini, saya tidak dipanggil oleh direktur Politeknik Negeri Kupang. Tidak ada satu pejabat di sini yang panggil saya untuk persoalan ini," katanya kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (6/2/2019).
Surat pengunduran diri dari tugas tambahan tersebut bukanlah tanpa alasan. Dirinya merasa pihak kampus tidak memiliki komitmen dalam memberikan fasilitas pendidikan yang baik bagi mahasiswa.
• Apa Pesan Untuk Lulusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang?
• Mahasiswa Politeknik Tidak Pernah Praktek Pengoperasian Alat Berat, Pudir II: Itu Bukan Level Mereka
"Pertama, sistem di politeknik ini membuat kita tidak bisa kerja karena tidak pasti. Kedua, kekurangan bahan praktek. Persiapan bahan ini tidak ada," ujarnya.
Mengenai ketersediaan peralatan utama dan pendukung bagi laboratorium, AL telah membuat proposal pengadaan kepada pihak kampus.
"Namun, pihak kampus tidak serius tanggapi," kata AL.
Ketiadaan alat dan bahan praktek tersebut membuat mahasiswa tidak bisa melakukan praktek sebagaimana mestinya. Anehnya, kata AL, pada akhir semester mahasiswa tersebut mendapatkan nilai mata kuliah.
• BREAKING NEWS: Pulang Nobar, Mobil Dosen Politeknik Kupang Tabrak Pohon di Jalan Frans Seda
"Ini yang membuat saya harus mengundurkan diri, karena saya tidak ingin ketidakadilan ini terus terjadi. Saya tetap merasa bersalah karena walaupun tidak melakukan praktek, tetapi ada nilainya. Kasihan mahasiswa," jelasnya.
Dia menjelaskan, sebagai sebuah institusi pendidikan, pihak pimpinan Politeknik Negeri Kupang mestinya menanggapi surat pengunduran dirinya tersebut.
"Kita kerja ini kan ada pimpinan. Kita ini organisasi. Harusnya mereka memanggil saya untuk menyelesaikan persoalan ini. Kita diberikan tugas tetapi akhirnya diterlantarkan," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perguruan-tinggi-politeknik-kupang.jpg)