Human Trafficking

Sejak Januari 2019, 13 TKI Asal NTT Pulang dalam Rupa Jenazah

Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pulang dalam rupa jenazah ke NTT pada tahun 2019 menjadi 13 orang.

Sejak Januari 2019, 13 TKI Asal NTT Pulang dalam Rupa Jenazah
Pos-Kupang.com/Gecio Viana
Jenazah dua TKI asal NTT yang telah dibungkus terpal warna biru saat berada di Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, Jumat (22/6/2018) siang. 

POS-KUPANG.COM - Hingga Sabtu (2/2/2019), jumlah Pekerja Migran Indonesia  (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pulang dalam rupa jenazah ke NTT sudah menjadi 13 orang. 

Demikian data yang disampaikan Direktur Lembaga Hukum dan HAM PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), Gabriel Goa, yang diterima Pos-Kupag.com, Sabtu (2/2/2019).

Melihat trend jumlah tersebut, jumlah jenazah TKI asal NTT yang dipulangkan dalam tahun 2019 bakal lebih tinggi dari tahun 2018 mencapai lebih dari 100 orang. 

Gabriel Goa memberikan sejumlah solusi atas malasah ini.

Pertama, mendata PMI asal NTT di luar negeri, baik prosedural maupun non prosedural.

Kedua, Pemprov dan DPRD Provinsi memanggil Kapolda, Kajati, Ketua Pengadilan Tinģgi beserta semua Kapolres, Kajari dan Ketua PN se-NTT untuk menegakkan hukum.

Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO secara sungguh-sungguh dan jangan sampai kongkalikong dengan pelaku dan aktor intelektualis TPPO.

Ketiga, mengoptimalkan LTSA di Tambolaka, Sumba Barat Daya, di Kupang dan di Maumere.

Keempat, melibatkan lembaga-lembaga agama, lembaga-lembaga pendidikan vokasi dan perusahaan-perusahaan untuk membangun BLK dan melatih secara serius SDM NTT yang memiliki skill khusus, termasuk mampu berbahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang dan bahasa-bahasa negara-negara yang jadi tujuan PMI asal NTT!

Sejauh ini Gubernur NTT Viktor Laiskodat telah melakukan moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hal itu dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTT untuk melakukan pembenahan, baik regulasi maupun sumber daya manusia (SDM) para calon TKI.

TKI asal NTT yang akan dikirim ke luar negeri harus terlebih dahulu mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) agar ketika berangkat ke luar negeri sudah memiliki keterampilan.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat juga baru saja mengeluarkan Pergub tentang penggunaan Bahasa Inggris oleh seluruh rakyat NTT pada setiap hari Rabu (English Day).

Kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu bekal yang harus dimiliki seorang TKI sebelum berangkat ke luar negeri.

Dengan demikian mereka tidak dikategorikan sebagai tenaga buruh kasar, melainkan tenaga profesional karena memiliki keterampilan.

(pos-kupang.com/agustinus sape)

Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved