Berita Religi
Religi :Gereja Batak Karo Hadir di Kota Kupang, Ini Yang Dilakukan
Gereja Batak Karo Protestan, Kupang atau yang lebih dikenal dengan GBKP berkomitmen teguh menghadirkan wajah Kristus.
Penulis: PosKupang | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Gereja Batak Karo Protestan, Kupang atau yang lebih dikenal dengan GBKP berkomitmen teguh menghadirkan wajah Kristus, Sang Juru Selamat yang peduli kepada sesama tanpa pandang suku dan agama.
Sebagaimana Kristus hadir membawa damai dan sukacita di tengah dunia, GBKP pun melalui aksi kepedulian sosial dan membangun relasi yang harmonis dengan sesama terus berupaya menghadirkan damai dan sukacita.
Di Nusa Tenggara Timur, baru ada satu Gereja Batak Karo Protestan beralamat di Kelurahan Liliba Kupang, dekat Sekolah Dasar Inpres Liliba.
• Capricorn dan 5 Zodiak Ini Paling Cocok Jadi Wirausaha, Kamu Dan Pasanganmu Termasuk?
Hal ini disampaikan Pendeta Eden P. Tarigan kepada Pos Kupang di kediamannya, Perumahan Puri, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Sabtu (2/1/2019).
Wajah Kristus yang peduli dihadirkan dalam berbagai bentuk pelayanan. Diantaranya, pelayanan di bidang kesehatan dimana setiap tiga bulan sekali di Gereja Batak Karo Kupang diadakan pemeriksaan kesehatan gratis, di bidang pendidikan binaan belajar, serta mendukung berbagai upaya Pemerintah NTT dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
"Kami sungguh sadar bahwa kehadiran kami harus menampilkan wajah Kristus dan itu kami hadirkan lewat pelayanan dan teladan hidup," kata Pendeta Eden.
• Okto Tiwu Djara, Pemuda 28 Tahun di Fatumnasi-TTS Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
Terkait program pemerintah, kata Pendeta Eden, pihaknya mendukung, sebab punya dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT. Misalnya, menanam dan mengonsumsi kelor dan membersihkan sampah.
Di GBKP Kupang, Kelurahan Liliba, lanjutnya, sudah ditanam kelor di sekitar Gereja. Selain itu ada kelompok ibu-ibu yang bertugas mengolah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis.
"Pada intinya apa yang kita lakukan itu didasari oleh semangat Kristus, Sang Juru Selamat, iman yang kita hayati harus bisa dirasakan dampaknya bagi sesama di sekitar kita," kata Pendeta Eden.
Berbagai bentuk kepedulian sosial, katanya, tidak hanya diperuntukan bagi sesama anggota jemaat tetapi menjangkau semua kalangan, apapun suku dan agamanya, minimal orang-orang yang berada di sekitar lingkungan Gereja.
• 7 KPop Idol Ini Menjalin Pacaran dengan Gaya Sempurna, Anda Bisa Penasaran
Perkembangan Gereja Batak Karo di Kupang
Pendeta Eden menuturkan, jemaat Gereja Batak Karo sudah lama hadir di Kupang, yaitu sekitar tahun 70-an. Namun kala itu belum ada gedung gereja untuk merayakan ibadah dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Mereka pada umumnya adalah orang-orang Karo, Sumatera Utara, yang pindah ke Kupang karena alasan pekerjaan, merantau dan sebagainya.
• Prof. Dr. Mangadas Lumban Gaol: Gunakan Uang Dengan Efisien dan Efektif
Kerinduan yang mendalam untuk mengaktualisasikan iman yang diinkulturasikan dengan budaya Karo, membuat jemaat saling berkunjung dan merayakan ibadat dari rumah ke rumah. Berkat semangat dan ketekunan, pada tahun 2015, jemaat akhirnya bisa mendirikan gereja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gereja-batak-karo-kupang.jpg)