Pasien DBD Dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Jadi 92 Orang, Tiga Meninggal Dunia

Pasien DBD Dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Jadi 92 Orang, Tiga Meninggal Dunia

Pasien DBD Dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Jadi 92 Orang, Tiga Meninggal Dunia
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Pasien DBD yang sedang dirawat di ruang Anggrek RSUD sumba Timur. 

Pasien DBD Dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Jadi 92 Orang, Tiga Meninggal Dunia

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Kasus demam berdarah ( DBD ) di Kabupaten Sumba Timur meningkat tajam. Hingga saat ini 92 pasien DBD yang ditangani RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Dari 92 pasien DBD yang dirawat di RSUD itu, tiga pasien di antaranya meninggal dunia.

Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Dr. Lely Harakai, M.Kes kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (31/1/2019) siang menjelaskan, sejak tanggal 1 hingga 29 Januari tahun 2019 tercatat 79 orang pasien DBD yang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, namun sampai dengan, Rabu (30/1/2019) pasien yang dirawat bertambah 86 pasien DBD.

18 Pasien DBD Dirujuk ke RSUD Naibonat

Kemudian pada hari ini, Kamis (31/1/2019) pasien yang dirawat bertambah menjadi 92 pasien.

"Sampai dengan kemarin, Rabu (30/1/2019) ada 86 pasien yang kita rawat, tapi hari ini bertambah lagi enam pasien yang baru masuk jadi total keseluruhan dari tanggal 1-31 Januari 2019 sudah 92 pasien yang ditangani," jelas dr. Lely.

Cucu Wapres Kalla Juga Kena Demam Berdarah, Ini Imbauannya untuk Masyarakat Indonesia Saat Ini

Kata Dr. Lely dari 92 pasien DBD yang dirawat di RSUD tersebut, tiga diantaranya nyawanya tak bisa tertolong alias meninggal dunia, termasuk pasien seorang anak kecil yang baru meninggal, Rabu (30/1/2019) malam.

Dikatakan Dr. Lely, anak itu meninggal dikarenakan gagal napas. Dr. Lely juga mengatakan dari 92 pasien DBD yang dirawat di RSUD tersebut rata-rata pasien anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Melalui akun facebooknya juga dr Lely memosting foto pasien yang masuk hari ini. Di akun facebooknya juga dr Lely menulis 'selamat siang papa mama kakak adik basodara semua.
Mari su kita melakukan pembresihan sarang nyamuk o...

Mo sampe kapan kita begini.
Ayo semangat. Karna kita yang pelihara nyamuknya, kita yang sakit dan hanya kita yang bisa mengatasinya. Tetap semangat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved