Berita Kabupaten TTS

Mencapai Rp 75 Miliar Lebih, Total Utang Pemda TTS Masuk Penyempurnaan 2019

Utang Pemda TTS kepada pihak ketiga terus bergulir dari tahun 2012 hingga 2019 ini. Total utang yang terbawa ke 2019 mencapai angka ‎Rp 75.177.612.

Mencapai Rp 75 Miliar Lebih, Total Utang Pemda TTS Masuk Penyempurnaan 2019
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Plh. Bupati TTS, Marthen Selan 

" Memang susah untuk sampai 115 Miliar, tetapi kalau kreatif dan inovatif, saya rasa bisa. Makanya saya dukung permintaan pak Gubernur," tegasnya.

Ketua komisi II, DPRD TTS, Uksam Selan mengatakan sangat prihatin dengan defisit yang terus membelit Kabupaten TTS dari tahun ke tahun.

Menurutnya, hal tersebut menunjukan ketidak serius Pemda dalam melakukan pengelolaan keuangan dan pelayanan kepada masyarakat. Realiasi anggaran yang macet akibat defisit, sangat menganggu roda pemerintahan, pelayanan dan pembangunan kepada masyarakat.

Defisit anggaran juga menyebabkan program - program pro rakyat tidak bisa berjalan maksimal karena terkena dampak rasionalisasi anggaran‎.

" Kita sangat sayangkan defisit ini terus terbawa hingga saat ini. Ini bukti pengelolaan keuangan daerah tidak baik. Kasihan yang korban masyarakat karena program pro rakyat dan pembangunan daerah terpaksa macet karena harus terkena realisasi. Kita berharap kedepan agar Pemda bisa segera melunasi seluruh hutang dan membuat perencanaan yang disesuai dengan keuangan daerah sehingga tidak ada lagi defisit," ungkap Uksam.

Agar kedepannya tidak terjadi defisit lagi, lanjut Selan, dirinya meminta agar Pemda TTS melakukan tender sejak awal tahun agar dana DAK bisa dicairkan tepat waktu dan tidak hangus seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dampaknya, pembiayaan kegiatan yang seharusnya menggunakan dana DAK tetapi karena hangus terpaksa harus menggunakan APBD Kabupaten TTS. Hal inilah salah satu penyebab defisit terbesar. Dirinya juga meminta agar Pemda TTS untuk memberikan reword dan phunisment terhadap OPD yang menyumbang defisit sehingga ada efek jerah.

" Kita berharap Pemimpin TTS yang baru harus tegas terhadap OPD yang menyumbang defisit agar ada efek jerah. OPD harus didorong untuk bekerja keras, disiplin dan integritas untuk mengejar target pembangunan di daerah ini," ujarnya.( *)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved