Jumat, 8 Mei 2026

Berita Kabupaten Kupang

Gua Jepang di Baumata Timur Ini Miliki Mata Air

Gua Jepang ini merupakan tempat persembunyian tentara Jepang di Baumata Timur tahun

Tayang:
Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Gua Jepang di Desa Baumata Timur. Camat Taebenu, Elly Manesi bersama tokoh masyarakat Ferdinan Bois dan mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Unwira yang sementara PKL berada di dalam Gua Jepang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Gua Jepang, salah satu peninggalan tentara Jepang di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang memang belum dilirik sebagai tempat wisata.

Gua Jepang ini lokasinya sekitar 200 meter dari kantor Kecamatan Taebenu, namun untuk mencapai lokasi harus dilakukan dengan jalan kaki, melewati kebun masyarakat yang berisi pohon jambu mete dan sawah tadah hujan yang tidak terlalu besar.

Di depan Gua Jepang di Baumata Timur
Di depan Gua Jepang di Baumata Timur (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

Untuk mencapai gua Jepang, pengunjung harus mendaki.

Setelah tiba di atas, akan terlihat bekas-bekas jalan buatan serdadu Jepang dimana pinggir jalan ditata dengan batu yang disusun dengan sangat rapi dan ada bekas jalan dengan lebar kurang lebih tiga meter, namun tidak terawat karena sudah ada tumbuhan yang banyak.

Jalan yang dibuat saat Tentara  Jepang berada di lokasi itu dari Desa Oeletsala tembus ke Desa Baumata Timur.

Jalan menuju ke arah Gua Jepang sekitar lima menit dari jalan yang dirintis oleh Jepang.

Jalan tersebut dari Desa Oeletsala tembus ke Desa Baumata Timur.

Camat Taebenu Elly Manase di depan gua Jepang, terdapat tangga yang tersusun rapi dari batu karang yang dibuat oleh Tentara Jepang
Camat Taebenu Elly Manase di depan gua Jepang, terdapat tangga yang tersusun rapi dari batu karang yang dibuat oleh Tentara Jepang (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

Di puncak, kita masih terus berjalan, kurang lebih lima menit.

Tiba di depan Gua Jepang, terlihat ada seperti tangga yang terbuat dari jejeran batu yang terlihat cukup rapi.

Demikian pula pada bagian dinding ada terlihat batu-batu yang diatur dengan rapi.

Salah satu tokoh masyarakat Baumata Timur, Ferdinan Bois didampingi Camat Taebenu, Elly Manesi bersama dengan POS-KUPANG.COM dan mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan  Unwira yang sementara PKL di kantor Kecamatan menuju ke lokasi Gua Jepang tersebut.

Elly bersama Ferdinan mengungkapkan, berdasarkan cerita dari orang-orang tua di kampung bahwa di jalan tersebut merupakan tempat untuk menyembunyikan kendaraan mereka.

Suasana di dalam Gua Jepang di Baumata Timur
Suasana di dalam Gua Jepang di Baumata Timur (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

"Sebenarnya sampai beberapa tahun lalu, kendaraan itu masih ada, tetapi akhirnya dijual oleh masyarakat sebagai besi tua," ungkap Camat Taebenu.

"Kalau ada tentara sekutu maka tentara Jepang akan masuk ke dalam gua ini untuk bersembunyi sedangkan kendaraan mereka juga disembunyikan di jalan atas," katanya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved