Mantan Preman di Mbay Dirikan Komunitas, Lakukan Kreatifitas Ini Saat Pasar Malam
Puluhan pemuda ini merupakan mantan preman yang saat ini sudah sadar dan sudah siap meniti kehidupan yang baru.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Mantan Preman di Mbay Dirikan Komunitas, Lakukan Kreatifitas Ini Saat Pasar Malam
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Puluhan pemuda Danga yang tergabung dalam Komunitas "Pasukan Belakang Rumah Jabatan (BRJ) Danga membuka stan di pasar malam di lapangan Berdikari Mbay, Senin (28/1/2019) malam.
Puluhan pemuda ini merupakan mantan preman yang saat ini sudah sadar dan sudah siap meniti kehidupan yang baru.
Sebelumnya kelompok pemuda ini terkenal dengan perilaku yang menyimpang dan sangat meresahkan. Tapi saat ini semuanya sudah berubah.
Keinginan berubah itu ada. Jika mau karena semua tergantung dari dalam diri masing-masing.
Banyak yang sudah berubah saat ini. Sudah banyak yang sekolah, ada yang sudah bekerja dan akhirnya semua berubah dengan sendirinya.
Sejak tahun lalu, komunitas ini sudah melaksanakan kegiatan sosial di Kota Mbay, adakah turnamen memeriahkan HUT RI dan lainnya.
Tak sampai disitu, pertengahan Januari 2019, pemuda ini ikut bergabung dalam pasar malam di Lapangan Berdikari Mbay.
• Klub Tak Lepas Egy Maulana dan Ezra Walian
• Pendiri Harian Pagi Pos Kupang, Winston Neil Rondo : Karya Istimewa Tetap Abadi
• Anak Sekolah di Kecamatan Tasifeto Barat Belu, Kadang Tidak ke Sekolah Akibat Banjir
• Bantu Gereja dan Kelompok Tani, Bank NTT Cabang SoE Berikan Dana Bantuan Senilai 231 juta Lebih
Mereka membuat lapak jualan jagung bakar dan live musik di stan yang mereka dirikan.
Tak hanya itu, mereka juga menyiapkan, pisang bakar, kopi, ubi goreng.
Anggota Komunitas, Christianus Gerald Suratawa, kepada POS KUPANG.COM, mengaku memang dulu pemuda di belakang rumah jabatan bupati dan wakil bupati itu dicap sebagai Pemuda Preman. Tapi sekarang semuanya berubah.
Ia mengaku selama ini Komunitas sudah membuktikan bahwa tidak selamanya hidup itu dicap sebagai manusia yang tidak jelas. Tapi komunitas sudah mencoba menghilangkan image itu.
"Kami memang dulu itu nakal, kalau memang masih angin ribut dan memang kami sadar itu. Belum sadar betul, bagaimana kehidupan sesungguhnya. Kami hari ini ada disini ingin mematahkan image orang. Kami tidak mati gaya. Kami ingin hilangkan prepsepsi masyarakat yang buruk. Kami tidak seperti dulu lagi," ujar Gerald, di stan pameran pasar malam Lapangan Berdikari Kota Mbay, Senin (28/1/2019).
Gerald mengatakan Komunitas BRJ Danga ingin menjadikan anak muda kota Mbay berubah dan jangan menyerah. Berubah untuk menata kehidupan yang lebih baik.
"Anak muda tidak boleh mati gaya, harus kreatif. Kami mencoba untuk memberi warna lain di Kota Mbay. Kalau buat ini semenjak 15 Januari. Kami ada live musik juga, bakar jagung. Kami dua puluhan orang yang tergabung dalam komunitas ini," ujarnya.
• Lima Rumah di Balikpapan Hangus Terbakar akibat Ledakan Sumur Bor
• Bantu Gereja dan Kelompok Tani, Bank NTT Cabang SoE Berikan Dana Bantuan Senilai 231 juta Lebih
Ia bercerita dirinya dan puluhan anggota komunitas lainnya saat ini fokus untuk ekonomi kreatif. Uang yang dihasilkan bisa dikumpulkan untuk dijadikan tabungan khas Komunitas.
"Kami ini semua mantan preman, pemuda yang tidak jelas dulu. Tapi kami sudah lalui itu, itu masa kelam dulu. Kami tidak ingat lagi itu," ujarnya.
Ia mengatakan dirinya bersama teman-teman akan mengadakan even yang melibatkan banyak orang. Saat ini mereka sedang menyiapkan segala sesuatunya dan fokus mencari uang lewat jualan jagung bakar di Pasar Malam.
"Kita rencana uang untuk ke khas komunitas. Karena kedepan kita akan rencanakan kegiatan lain. Misalkan kegiatan sepak bola dan lain-lain. Supaya kita tidak susah saat cari dana kalau misalkan ada event," tambahnya.
Pendamping Komunitas, Gregorius Besi Tuba, mengapresiasi kreatifitas pemuda yang ia dampingi itu mendirikan sebuah stan saat pasar malam di Kota Mbay.
Ia mengaku senang karena saat ini pemuda di dijuluki "Pasukan BRJ" sudah berubah dan sangat peduli terhadap diri sendiri dan kehidupan sosial.
Saat ini mereka sudah meniti karir dan masing-masing memilih jalan sendiri untuk bisa sukses.
"Ini sangat luar biasa. Karena memang dulu mereka dianggap sepele oleh orang lain. Kita dekatkan dengan hati. Sehingga bisa kreatif seperti ini," ungkap Gregorius.
Ia mengatakan anak muda Danga dulu terkenal dengan kejam dan dikenal sangat ditakuti. Tapi mereka sekarang sudah berubah.
"Ini karena memang kepedulian. Tahun lalu kami ada even memeriahkan 17 Agustus. Kami kompak, ajak mereka dan sukses selenggarakan kegiatan itu. Ini sangat luar biasa," ujarnya.
Ia berharap Komunitas ini menebarkan semangat positif dan inspirasi bagi orang lain bahwa kalau mau berubah itu bisa. Intinya ada kemauan untuk maju dan optimis menata masa depan.
"Ini sangat bagus, mereka tidak seperti dulu lagi. Ikut bazar di Pasar malam uangnya dikumpulkan dan mungkin akan adakan kegiatan lainnya nanti. Ini bagus," ujarnya.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-di-stan-komunitas-pasukan-brj.jpg)