Berita Kabupaten Manggarai

Polres Manggarai Ungkap Aksi Begal di Waso 

Tim Jatanras Polres Manggarai berhasil mengungkap aksi begal atas dua pelajar SMA di Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Minggu (27/1/2019)

Polres Manggarai Ungkap Aksi Begal di Waso 
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Tim Jatanras Polres Manggarai berhasil mengungkap aksi begal atas dua pelajar SMA di Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Minggu (27/1/2019) malam.

 Yang mana aksi begal tersebut dialami dua pelajar SMA yang tinggal di kos-kosan Waso, Sabtu (26/1/2019) malam.

 Pelaku yang ditangkap polisi sebanyak tiga orang telah dimintai keterangan. Dari hasil keterangan dua pelaku tidak ikut terlibat dan hanya satu yang terlibat.

 Pengungkapan kasus yang awalnya dilaporkan perampokan ternyata adalah kasus begal yang diungkap polisi.

Dua Lampu Jalan Rusak ! Ini Harapan Lurah Fontein untuk Pemkot Kupang

“Jadi kasus bukan kasus rampok tapi begal.Pelaku mencegat korban di jalan lalu menodongkan gunting kecil kepada korban. Korban lalu ketakutan dan handphone (HP) Samsung milik korban dirampas.

Korban bersama pelaku beriringan di jalan. Tiba-tiba para pelaku yang membawa sepeda motor MX menghentikan korban di jalan. Kejadiannya di jalan dan bukan di kosnya korban,” kata Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Satria Wira Yudha, SIK di Mapolres Manggarai, Senin 28/1/2019) siang.

 Ia menjelaskan, dua korban yang melapor ke Polres Manggarai usai kejadian langsung disikapi polisi dengan melakukan pemeriksaan dan pengejaran terhadap pelaku.

 “Ada tiga pelaku yang kami amankan atas kejadian begal di Waso. Ketiga pelaku adalah warga Anam, Kecamatan Ruteng. Ketigannya tidak sekolah. Dua pelaku masih dibawah umur dan satunya dewasa. Dari keterangan para pelaku diperoleh keterangan mereka menggunakan motor lalu mencegat korban di jalan lalu merampas HP. Kasusnya murni begal dan memenuhi unsur pidana,” tegas Kasat Wira.

 Ia menjelaskan, korban begal ada dua orang yang masih dibawah umur dan berstatus pelajar. Kedua korban berasal dari Iteng, Kecamatan Satar Mese.

 “Kasusnya sudah diungkap tapi para korban tidak mau memroses pelaku begal. Kami jadi heran kasusnya sudah jelas korban tidak mau memroses pelaku. Kami lagi cari ketentuan dalam UU Perlindungan Anak agar bisa memroses pelaku begal,” ujar Kasat Wira.

Ia menegaskan, polisi sudah bekerja maksimal tapi para korban tidak menginginkan adanya proses. Pasalnya, kedua HP yang dirampas telah ditemukan polisi dari tangan pelaku.

 “Sekarang ini jaket salah satu korban masih dicari. Pelaku saat beraksi merampas dua HP Samsung dan jaket salah satu korban. Tiga orang yang diamankan hasil pemeriksaan satu pelaku yang memenuhi unsur pidana. Sedangkan dua pelaku lainnya hanya menonton aksi temanya saat melakukan perbuatan begal atas korban,” papar Kasat Wira.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved