Selasa, 21 April 2026

Bencana Hidrometeorologi Masih Berpotensi Terjadi Hingga Februari 2019

Bencana Hidrometeorologi yang melanda wilayah NTT berpotensi terjadi hingga awal Februari 2019

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Pantai Warna Oesapa Kupang pasca diterjang gelombang deras, Kamis (24/1/2019). 

Bencana Hidrometeorologi Masih Berpotensi Terjadi Hingga Februari 2019

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bencana Hidrometeorologi yang melanda wilayah NTT dan sejumlah wilayah lain, menurut prediksi BMKG, Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang masih berpotensi terjadi hingga awal Februari 2019.

Hidrometeorologi merupakan bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.

Demikian disampaikan oleh Hamdan Nurdin, Forecaster Duty, Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (25/1/2019).

Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemi Francis meninjau langsung kerusakan di Pantai Warna Oesapa, Kota Kupang, Jumat, (25/1/2019)
Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemi Francis meninjau langsung kerusakan di Pantai Warna Oesapa, Kota Kupang, Jumat, (25/1/2019) (pos-kupang.com/ riko wawo)

"Yah menurut prediksi BMKG masih berpotensi terjadi hingga Januari. Tapi soal intensitasnya sulit untuk diprediksi," jelas Hamdan.

Cegah DBD, Pemda TTS Gelar Kerja Bakti Bersihkan Kota Soe

‎Tapaleuk : Bai Ndu Dapa Abate dari Petugas

Raut wajahnya tampak gelisah juga sedih. Ia menunduk perlahan lalu menyentuh puing bangunan.
Raut wajahnya tampak gelisah juga sedih. Ia menunduk perlahan lalu menyentuh puing bangunan. (POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI)

Untuk itu, kata dia, masyarakat tetap hati-hati dan waspada terhadap potensi bencana yg disebabkan oleh hydromet.

Wajah Pantai Warna Oespa Kupang, Kamis (24/1/2019) malam, masih menakutkan usai diterjang gelombang deras
Wajah Pantai Warna Oespa Kupang, Kamis (24/1/2019) malam, masih menakutkan usai diterjang gelombang deras (Pos Kupang.com/Gecio Viana)

Diantaranya, menghindari daerah rawan longsor, banjir, pohon-pohon besar saat terjadi hujan dan disertai oleh angin kencang dan petir, juga utk mengurangi aktivitas melaut khususnya bagi nelayan di wilayah perairan selatan pulau Timor hingga 3 hari ke depan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved