Berita Kabupaten Kupang Terkini

Tiga Rumah di Desa Mata Air Kabupaten Kupang Rusak Berat Dihantam Angin Puting Beliung

Tiga Rumah di Desa Mata Air Kabupaten Kupang Rusak Berat Dihantam Angin Puting Beliung

Tiga Rumah di Desa Mata Air Kabupaten Kupang Rusak Berat Dihantam Angin Puting Beliung
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Rumah korban Paulus Abukun di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kamis (24/1/2019). 

Tiga Rumah di Desa Mata Air Kabupaten Kupang Rusak Berat Dihantam Angin Puting Beliung

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Kupang, Rabu (23/1/1/2019) pukul 19.00 wita berdampak pada kerusakan rumah warga.

Rumah yang rusak akibat angin yakni rumah tempat tinggal keluarga Paulus Abukun (63) Warga RT 10B, RW 05, rumah sawah milik Beny Kanuk dan Cors Taebenu.

Paulus Abukun yang bermukim di area persawahan Desa Mata Air ketika ditemui POS- KUPANG.COM di lokasi kejadian, Kamis (24/1/2019) menuturkan, kejadian angin puting beliung yang merusakan rumahnya terjadi pada Rabu (23/1/2019) sekitar Pukul 19.00 wita.

Ditahan Jaksa, Dirut PDAM Ende Langsung Dicopot

Saat itu sedang hujan lebat, tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dari arah laut dan secepat kilat menghantam rumahnya yang atap dan dinding terbuat dari seng bekas. Seisi rumah yang ditampungnya sebanyak 13 orang itu panik dan tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menonton.

Gizi Buruk, Bayi Simon Kafolata dan Palus Tmeuban Meninggal Dunia di RSUD SoE

"Angin datang seperti berputar lalu kasih rusak saya punya rumah. Seng terbang masuk sampai ke dalam sawah. Saya dan istri juga anak-anak hanya bisa menonton karena kejadiannya cepat sekali. Saya bersyukur tidak ada yang kena (korban) angin," katanya.

Untuk sementara, kata Paulus, dia dan istrinya Rambu K Radja juga penghuni rumah tinggal sementara waktu di rumah tetangga. Kejadian inipun sudah disampaikan ke kepala desa dan sudah diambil data kerusakan.

"Rumah yang saya tinggal ini sudah berusia sekitar 20an tahun. Waktu itu salah satu pendeta lihat kondisi rumah lama sudah rusak jadi pendeta bilang ada seng bekas untuk digantikan. Saya sudah agak lupa dikerjakan tahun berapa tapi sejak dibangun itu sampai sekarang kami tinggal dan dihantam angin. Saya belum tahu bagaimana bangun ulang, uang tidak ada," kata Paulus, petani sawah ini.

Kepala Desa Mata Air, Beny Kanuk ketika dihubungi mengakui bahwa hujan angin yang terjadi di Mata Air menyebabkan tiga rumah rusak. Rumah yang rusak itu milik Paulus Abukun merupakan rumah tinggal sehari-hari. Selain itu, rumah sawah sebagai tempat menyimpan padi miliknya juga rusak. Rumah sawah milik Cors Taebenu juga rusak dan tidak ada korban jiwa.

"Kalau Paulus Abukun itu rumah tinggal selama ini sedangkan saya dan Pak Cors yang rusak padi dalam rumah sawah karena angin terbangkan atap seng," kata Beny. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved