Berita Pendidikan

Sertijab di SMAN 1 Kupang, Begini Permintaan Saleha Wongso

Para guru dan pegawai di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kupang jangan pasang muka 'kram' dalam melayani siswa.

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Apolonia Matilde
Apolonia M Dhiu
Sertijab di SMA Negeri 1 Kupang1 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Para guru dan pegawai di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kupang jangan pasang muka 'kram' dalam melayani siswa maupun tamu yang datang ke sekolah tersebut.

Pelayanan prima kepada siswa dan masyarakat selama ini belum dilakukan. Selain memperbaiki mutu pendidikan dan mutu kelulusan, juga memperbaiki mutu pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala UPT Wilayah 1 (Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS), Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Saleha Wongso, pada acara serah terima jabatan dan perpisahan Kepala SMA Negeri 1 Kupang di sekolah itu, Senin (21/1/2019). Serah terima dari Drs. Bapa Muda, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Drs. Marianus Rato.

4 Makanan Tinggi Protein dan Lebih Sehat Dari Daging Merah. Yuk Kepoin!

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Seksi SMA Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Drs. Sipri Tua Betekeneng, para pembina dan pengawas SMAN 1 Kupang, komite sekolah, para guru, pegawai dan pengurus OSIS.

Saleha mengatakan, pelayanan yang prima di sekolah tersebut belum maksimal. Masih banyak yang melihat suku, agama dan ras. Apalagi terhadap orang tua yang datang hanya menggunakan sendal jepit disepelehkan, bahkan tegur sapa pun tidak.

"Saya saja yang datang ke sini musti saya yang sapa. Para guru pegawai melihat tamu yang datang masih muka kram tanpa senyum," ujar Saleha yang disambut dengan aplous dari para guru.

Dia mengatakan, berkaitan dengan mutasi, dinamika jabatan tidak kekal. Untuk menjadi kepala sekolah di kota banyak hambatan dan tantangan, tetapi jangan jadikan alasan untuk tidak melaksanakan tugas dalam meningkatkan mutu di sekolah.

Waspada, Wilayah NTT Berpotensi Tanah Longsor, Banjir Bandang, Angin Kencang, Simak Data BMKG

"Yang sudah dibuat oleh kasek lama selama 10 tahun sudah membuahkan hasil. Sekarang estafet yang harus dilakukan Plt ke depan harus lebih baik. Walaupun Plt, hanya sementara, karena dua minggu lagi akan ada kasek defenitif di sekolah ini," katanya.

Saat ini, katanya, Dinas Pendidikan Provinsi NTT sedang melakukan lelang jabatan kepala SMA/K, dan ini adalah yang pertama kali di NTT.

"Mulai hari ini ada serah terima jangan ada kasak kusuk, tapi mari bekerja membangun pendidikan. Di sini pelayanan belum prima, masih banyak kekurangan. Jangan ada suku, agama dan ras. Pola-pola lama tinggalkan. Wajah kita harus jadi baru dengan pelayanan yang baru. Niat bangun sekolah ini harus dari dalam hati," tegasnya.

Bapa Muda, mengatakan, 10 tahun kepemimpinannya sudah banyak kerja sama dengan banyak pihak. Dia berterima kasih kepada Kadis Pendidikan Provinsi NTT, Kepala UPT wialayah 1, Pengawas dan Pembina SMAN 1 Kupang, ketua komite dan semua teman kepala sekolah SMA/K di Kota Kupang dan se-NTT, para alumni SMAN 1 Kupang, para guru dan pegawai, orang tua dan siswa.

Ini Perhatian STKIP Citra Bakti Ngada Bagi Siswa Yang akan Ikut Ujian Akhir

Dirinya meminta maaf akan semua kekilafan selama ini, jika dirinya selalu marah-marah, bukan karena benci tetapi memang karakternya.

Menurutnya, saat ini sudah ada Plt. kepala sekolah, masih banyak yang belum diselelsaikan. Masih banyak mimpi yang belum direalisasikan. Salah satunya, katanya, adalah halaman sekolah yang belum dipaving sehingga berlumpur kalau hujan dan debu jika panas.

Plt. Kepala SMAN 1 Kupang, Drs. Marianus Rato, mengatakan, menjadi kepala SMA di Kota Kupang tidak gampang. Baginya bukan pekerjaan mudah, karena tantangan bukan hanya dari dalam tetapi juga dari luar.

Puskesmas Kesulitan Musnahkan Obat  Kadaluarsa dan Alat Suntik

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved