Bupati TTS Terpilih Pantau Langsung Penanganan Jembatan Noebunu

Epy Tahun ditemani anggota DPRD TTS, Ruba Banunaek memantau langsung pengerjaan jembatan Noebunu.

Bupati TTS Terpilih Pantau Langsung Penanganan Jembatan Noebunu
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Bupati TTS Terpilih, Epy Tahun (mengenakan topi hitam) sedang berfoto dengan latar jembatan Noebunu pasca pengerjaan penanganan darurat selesai. 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Dion Kota 

POS-KUPANG.COM, SOE – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) terpilih, Epy Tahun, turun langsung ke Jembatan Noebunu, Desa Oeekam, Kecamatan Amanuban Timur guna melakukan penanganan darurat terhadap jembatanyang yang terancam putus tersebut, Rabu ( 23/1/2019) siang.

Menggunakan topi dan jaket hitam, Epy Tahun ditemani anggota DPRD TTS, Ruba Banunaek memantau langsung pengerjaan jembatan Noebunu. 

Setelah melihat kondisi di lapangan, Epy Tahun yang juga merupakan mantan Kadis PU Kabupaten TTS langsung melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PU guna penanganan badan jalan yang amblas tersebut.

Selain menggunakan metode paku bumi, guna menahan agar material tanah dan pasir tidak kembali tergerus aliran kali, Epy meminta agar menggunakan drum bekas sebagai penahan material. Untuk mendapatkan material drum bekas, Epy langsung menghubungi PT Nandya Karya guna mendapatkan 70 drum bekas. 

Ahok Bebas Besok, Ahokers Mulai Berdatangan ke Mako Brimob

Laga Persib Bandung Paling Banyak Ditunggu Selama Liga 1 2018

Bupati Alor Minta Dukungan Menlu untuk Bebaskan 18 Nelayan yang Ditahan di Timor Leste

"Saya tadi langsung telepon pak Charles selaku pemilik PT Nanda Karya untuk bantu kita drum bekas dan beliau langsung drop. Setelah tiba, drum bekas tersebut kita belah dan kita luruskan lalu kita susun menjadi tiga tarap untuk menahan material pasir dan tanah yang kita tumpuk sebagai ganti badan jalan yang amblas. Pada bagian paling bawah, kita gunakan paku bumi," jelas Epy saat dihubungi pos kupang melalui sambungan telepon.

Sekitar pukul 17.00 Wita, lanjut Epy, pengerjaan penanganan darurat untuk mencegah putusnya jembatan Noebunu selesai. Jembatan yang tiga hari terakhir ditutup untuk kendaraan roda dua dan roda empat akhirnya bisa dibuka kembali. Namun, untuk menjaga agar jembatan Noebunu tidak kembali ambruk, bobot kendaraan yang melintasi jembatan Noebunu di batasi hanya seberat 5 ton. Sedangkan untuk kendaraan yang lebih dari 5 ton bisa melewati kali Noebunu. 

"Sekarang jembatannya sudah kembali bisa dilewati kendaraan bermotor, tetapi berat muatannya kita batasi hanya 5 ton agar badan jalan yang diperbaiki tidak kembali ambruk. Untuk kendaraan bermotor yang berat muatannya lebih dari 5 ton bisa lewat jalan alternatif yang sudah dibuka. Nanti kita pasang papan peringatan di jembatan ini untuk diketahui para pengendara kendaraan bermotor," ujarnya.

Untuk diketahui, Jembatan Noebunu yang terletak di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS nyaris putus akibat ambalasnya badan jalan. Hal ini sebagai akibat dari hantaman banjir di kali Noebunu yang menghancurkan tembok penanganan dan mengikis tanah yang berada tepat di bawah jebatan Noebunu. Untuk sementara, akses jembatan yang selama ini dinikmati warga Amanuban Timur, Fatukopa, kokbaun dan toianas tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Jembatan Noebunu hanya bisa digunakan oleh pejalan kaki. (*)‎

Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved