Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Warga Desa Utetoto di Nagekeo Minta Pemerintah Bangun Jalan dan Jembatan

Masyarakat Desa Utetoto Kampung Koekobho Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo minta pemerintah membangun jembatan dan jalan penghubung

Warga Desa Utetoto di Nagekeo Minta Pemerintah Bangun Jalan dan Jembatan
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Warga yang menyeberangi Kali di Desa utetoto kampung Koekobho Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Sabtu (5/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | MBAY - Masyarakat Desa Utetoto Kampung Koekobho Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo minta pemerintah membangun jembatan dan jalan penghubung.

Beberapa tahun belakangan masyarakat dua wilayah ini mengeluhkan sejumlah Infrastruktur jalan jembatan penghubung Kali Maladewa yang mengalami kerusakan parah dan sampai saat ini belum mendapatkan perhatian pemerintah setempat.

Jalan menuju Kampung Kekadena Desa Koekobho tiap tahunnya menjadi keluhan warga masyarakat Utetoto.

Ratusan Anak Sekami Paroki Roh Kudus Mataloko Ikut Misa di Kapela Stasi St. Yosef Feo

Sebagian besar para pengguna roda dua maupun roda empat sangat mengharapkan Pemda Nagekeo untuk segera melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan dan jembatan penghubung.

Warga Desa Koekobho Kampung Kekadena, Kristoforus, mengaku dan terus mengeluh karena sejumlah ruas jalan tiap tahun rusak parah.

Wabup Malaka Masih Lowong, Begini Tanggapan Ketua DPC Demokrat

Kristo mengaku, pemerintah sampai belum ada upaya untuk menanggulangi masalah ini, baik ekonomi maupun tranportasi.

"Akses jalan menuju Utetoto dari Kampung Fataleke mengalami curah hujan yang sangat tinggi dan akibatnya sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami macet dan tidak dapat melewati Kali Maladena," ujarnya, Sabtu (5/1/2019).

Kristo mengharapkan pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan maupun jembatan penghubung.

"Saya berharap dengan memperbaiki sejumlah ruas jalan dan jembatan penghubung menuju kampung Kekadena dapat mempelancar akses kendaraan roda dua maupun roda empat serta para pejalan kaki. Para petani juga dapat berkatiftas dengan baik dan segala aktivitas dapat berjalan normal sebagimana mestinya," katanya.

Warga lain, Baltasar Bha, juga mengeluhkan hal yang sama, dengan dampaknya pada pendidikan mulai dari tingkat SD dan SMP yang berasal dari kampung Malapadhu dan Kekadena.

Menurutnya para pelajar harus menyeberangi Kali Maladewa menuju Kampung Utetoto untuk sekolah disana.

Jika arus air yang cukup deras, banyak pelajar yang tidak mengikuti pelajaran. Hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi dan banjir yang meningkat setip musim hujan.

"Anak-anak kami yang sekolah kebanyakan pulang kembali ke rumah karena sulit melewati arus air yang cukup deras akibat curah hujan yang sewaktu-waktu datang. Satu-satunya sekolah yang ada hanya di Kampung Koekobho, akibatnya anak-anak kami kesulitan untuk belajar dan memperoleh ilmu yang ada di sekolah," tambah Bala.

Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM dari warga, kali Maladewa merupakan sungai yanga berbatasan dengan dua wilayah, yakni Utetoto dan Kampung Kekadena.

Masrakat Desa Utetoto mengeluh dengan akses jalan yang tidak layak untuk menghubungkan dua lokasi tersebut. Di daerah ini belum ada jembatan sehingga akses kendaraan selalu sulit melewati Kali tanpa jembatan itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved