Berita Kabupaten Manggarai

Bupati Deno Minta Umat Hidup Dalam Kegembiraan, Kedamaian dan Kesahajaan

sebuah tradisi yang telah terpelihara dari tahun ke tahun juga merupakan sarana mendekatkan diri dengan Umat setempat.

Bupati Deno Minta Umat Hidup Dalam Kegembiraan, Kedamaian dan Kesahajaan
POS KUPANG
Deno Kamelus 

POS-KUPANG.COM|RUTENG--Sudah menjadi agenda rutin tahunan, Pemkab Manggarai dalam setiap hari-hari besar keagamaan melaksanakan perayaan misa kudus bersama umat di Paroki dan Stasi.

Kehadiran pemerintah dalam perayaan besar tersebut selain merupakan sebuah tradisi yang telah terpelihara dari tahun ke tahun juga merupakan sarana mendekatkan diri dengan Umat setempat.

Perayaan Natal Tahun 2018 ini, Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, S.H,M.H dan Wakil Bupati Manggarai, Drs.Victor Madur serta Sekda Manggarai, Manseltus Mitak, S.H bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai melaksanakan Safari Natal di Stasi Watu Alo, Kecamatan Wae Ri’i dalam perayaan Natal (25/12/2018) setelah sebelumnya pada Malam Natal (24/12/2018) di Stasi Dimpong, Kecamatan Rahong Utara.

Dalam kesempatan tersebut kepada Umat Stasi Watu Alo dan kepada masyarakat Manggarai, Bupati Deno menyampaikan tiga pesan penting sebagai wujud penghayatan iman akan makna dari perayaan Natal dalam kehidupan Kristiani.

Bank NTT Kirim Bantuan Korban Banjir Desa Hoder

Pelayanan Kapal Feri Selama Liburan Natal di Kupang, Termasuk ke Aimere, Berjalan Normal

Dubes Seychelles Hadir Open House di Rujab Gubernur NTT

Banjir Masuk Kamar Ny.Firmus Yani Terlelap

Pertama, Perayaan Natal sebagai moment untuk menunjukan kegembiraan kepada orang lain.

Menurutnya, hanya dengan kegembiraan itulah kita dapat memberikan kebahagiaan kepada sesama. Karena itu, perayaan Natal adalah perayaan kegembiraan.

"Kedua, Saya mengajak supaya dalam merayakan Natal ada damai. Damai di hati, damai di bumi dan damai di surga serta tinggal di antara kita. Saya tidak bisa membangun Manggarai dengan kebencian melainkan hanya bisa terjadi kalau ada kedamaian dengan sesama," kata Bupati Deno.

Ketiga, Perayaan Natal adalah perayaan kesahajaan atau kesederhanaan. Perayaan keselamatan dimana Yesus Kristus lahir dalam palungan di sebuah kandang hina, namun kehadiranNya menyelematkan semua orang. Karena itu, kalau kita ingin menyelematkan orang lain, menurutnya, maka harus dimulai dari kesahajaan atau kesederhanaan hidup.

Pada kesempatan yang sama, Pater Adrianus Nahal, OFM dalam renungannya menyampaikan, peristiwa Natal adalah pertistiwa Allah menjadi saudara kita.

“Yesus bukanlah orang jauh melainkan dekat dengan kita. Ia hadir dan menjadi saudara untuk kita. Ia lahir berupa wujud bayi dalam palungan. Karena itu janganlah kita menjauhkan diri dari hadapanNya dan diharapkan kita senantiasa memberikan sapaan persudaraan yang manis kepada saudara yang ada di sekitar kita," tuturnya.

Terhadap kunjungan Pemkab Manggarai ini, Rofinus Laju, Ketua Stasi menyampaikan kegembiraannya karena telah merayakan Natal bersama umat di Stasi Watu Alo.

“Lengkaplah kebahagiaan dan kegembiraan kami. Karena itu segenap umat Stasi Watu Alo ini menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai dan Wakil Bupati Manggarai bersama seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Manggarai yang telah hadir bersama kami di sini," kata Rofinus.

Sebagaimana diketahui, Stasi Watu Alo ini berada di Desa Ndehes, Kecamatan Wae Ri’i dengan berpenduduk kurang lebih 215 Kepala Keluarga yang terdiri dari 4 dusun, 12 RT dan 4 RW. Stasi ini menjadi bagian dari Paroki Karot yang berada di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.(laporan Reporter Pos Kupang.Com, Aris Ninus)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved