Berita Kabupaten Sumba Timur

Waspada! Dua Pasien Meninggal Akibat Demam Berdarah di Sumba Timur

berdasarkan data yang dipegang pihaknya kasus DBD dari Januari sampai sekarang pada tahun 2018 sebanyak 114 kasus pasien yang terkena DBD

Waspada! Dua Pasien Meninggal Akibat Demam Berdarah di Sumba Timur
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur Dokter Chrisnawan Tri Haryantana sedang memberikan keterangan. 

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Dua orang pasien di Kabupaten Sumba Timur meninggal dunia akibat terkena penyakit deman berdarah (DBD) pada tahun 2018

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur Dokter Chrisnawan Tri Haryantana menyampaikan itu ketika ditemui POS-KUPANG. COM di ruang kerjanya, Rabu (19/12/2018).

Chrisnawan menjelaskan berdasarkan data yang dipegang pihaknya kasus DBD dari Januari sampai sekarang pada tahun 2018 sebanyak 114 kasus pasien yang terkena DBD. Sementara pada tahun 2017 lalu kasus DBD sebanyak 138 kasus.

Dikatakan Chrisnawan dari kasus DBD pada tahun 2017 lalu yang meninggal dunia berjumlah 1 orang, sedangkan pada tahun 2018 dari 114 kasus yang meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Chrisnawan juga menjelaskan untuk menetapkan kasus DBD menjadi kejadian yang luar biasa (KLB) memiliki sejumlah kriteria yakni pertama jika di suatu daerah selama ini belum ada kasus, tiba-tiba ada kasus baru. Kedua jika satu daerah jumlah kasus melebihi jumlah kasus yang sama di tahun yang lalu misalnya kasusnya 2 kali lipat.

Selain itu, ketiga harus ada kematian, namun penetapan KLB harus melalui prosedural yang tepat karena pada saat menetapkan satu kasus itu menjadi KLB memiliki imbas dimana ada kontribusinya baik secara politis, maupun secara administrasi keuangan.

Harga Sewa Kamar Semalam Rp 8,8 Juta. Lihat Deretan Foto Liburan Nia Ramadhani Sekeluarga di Belanda

"karena namanya KLB, BPJS tidak tanggung jadi Pemda harus menyiapkan porsi anggaran lagi untuk membiayai Penderita-penderita yang dirawat selama dalam penetapan KLB, selain itu konsekuensinya pengangaannya diambil ahli dan itu harus menuntut komitmen pergerakan dari masyarakat,"jelas Chrisnawan.

Chrisnawan juga mengatakan pihaknya akan mengkaji untuk menetapkan KLB kasus DBD itu, karena laporan kasus DBD ada anak yang meninggal barusan kemarin, sehingga masih diproses di bidang apakah bisa ditetapkan atau pun masih ada pertimbangan lain.

Kata Chrisnawan meskipun belum ditetapkan KLB terkait kasus DBD itu, namun pihaknya selama ini sudah melakukan untuk menekan kasus itu dengan pertama membagikan abate melalui Puskesmas kepada masyarakat. Abate tersebut akan disimpan di penampungan air untuk mencegah nyamuk tidak berkembang biak.

Selain itu, pihaknya juga sudah menggalakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan PSN itu seharusnya masyarakat juga lebih terlibat dan lebih luas karena untuk memutuskan penularan DBD inikan untuk memutus fektor perantara yang menularkan virus itu.

"Prinsipnya agar nyamuk ini berkembang ya butuh keterlibatan yang lebih masyarakat,"imbuh Chrisnawan.

Chrisnawan juga mengatakan pihaknya juga sudah memberikan anjuran untuk 3 M plus kepada masyarakat yakni menguras, mengubur, menutup ditambah plus yakni tidur pakai kelambu, pakai obat tautan dan lain sebagainya. dan juga pihaknya telah melakukan foging.

"Sebenarnya kalau ada kasus jika cepat ditangani tidak ada kematian, tetapi kalau ada keterlambatan maka itulah yang menyebabkan sesuatu yang menjadi sulit,"ungkap Chrisnawan. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved