Minggu, 19 April 2026

Berita Kota Kupang

Dinas Pendidikan Provinsi NTT Akan Adakan Gerakan NTT Bersih dan NTT Membaca

Representasi program peningkatan kualitas pendidikan dari visi utama Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT yakni 'NTT Bangkit

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Sekretaris Dinas Pendidikan NTT Aloysius Min,S.Pd,M.M 

Ia menjelaskan, gerakan ini akan dikoordinir bersama oleh Pusat Bahasa Provinsi NTT maupun stakeholder pendidikan.

Di kota Kupang, lanjut Alo, gerakan NTT Membaca akan dilakukan di 42 titik yakni di masing-masing sekolah, area bagian belakang rumah jabatan dan kantor Gubernur NTT, serta di halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Gerakan tersebut dilihat sebagai sebuah gerakan secara masal untuk menyadarkan bahwa membaca itu penting untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan dari para siswa.

"Konsep dasarnya adalah peningkatan budaya literasi dengan cara sendiri di NTT sehingga gerakan ini dibangun. Manfaat dari kegiatan ini mendorong kesadaran para siswa bahwa membaca itu penting sehingga mempunyai wawasan dan pengetahuan," kata Alo.

Ia melanjutkan, gerakan Membaca tersebut juga sebagai implementasi dari budaya literasi dimana berdasarkan hasil penelitian minat baca atau tingkat literasi NTT sangat rendah secara nasional. Gerakan ini juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan peningkatan literasi di NTT.

"Harapan kita orangtua juga mendorong anak-anak di rumah untuk menyediakan waktu untuk membaca selain aktivitas bermain HP maupun aktivitas bermain," tambahnya.

Dirinya berharap, dua gerakan besar yang akan dilakukan bukan saja karena kuatnya komitmen Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat untuk membangun pendidikan di NTT akan tetapi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat luas tentang kebersihan dan budaya membaca untuk meningkatkan literasi di NTT.

"Harus menjadi kesadaran bersama yang terbangun dari dalam diri karena itu gerakan ini untuk membangun kesadaran bersama bahwa tanggung jawab kebersihan dan peningkatan literasi melalui budaya membaca adalah tanggung jawab bersama," katanya

Sementara itu, Kepala Pusat Bahasa Provinsi NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd yang dikonfirmasi per telepon mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah sekolah baik SD, SMP dan SMA/SMK di Kota Kupang untuk menyukseskan gerakan NTT Membaca.

"Kesiapan sudah cukup, teman-teman dari kantor Bahasa juga sudah mempersiapkan taman baca. Sementara saya koordinasikan untuk mempersiapkannya dan laporan kepada saya mereka sudah siap," ungkapnya.

Dirinya berharap, para siswa tidak sekedar membaca dalam rentang waktu dua jam yang telah disediakan akan tetapi mampu memahami isi bacaan.

"Saya akan minta staf kalau bisa mereka diminta untuk menceritakan atau menulis kembali apa yang mereka baca selama dua jam untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved