Berita Regional Terkini

Setelah Menghabisi Istrinya dengan Sebilah Pisau, Lelaki Ini Menusuk Perutnya Tapi tak Mati

Setelah menghabisi nyawa istrinya dengan sebilah pisau, lelaki ini menusuk perutnya tapi tak mati. Begini kisah selanjutnya

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolres Bengkayang AKBP Yos Guntur saat menjenguk tersangka pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Pandul. Usai membunuh istrinya, ia mencoba bunuh diri dengan pisau yang sama. 

Setelah menghabisi nyawa istrinya dengan sebilah pisau, lelaki ini menusuk perutnya tapi tak mati. Begini kisah selanjutnya

POS-KUPANG.COM | BENGKAYANG - Seorang suami di Bengkayang tega membunuh istrinya sendiri, lantaran dibakar api cemburu. Aksi itu dilakukannya menggunakan sebilah pisau dengan cara menusuk ke tubuh korban.

Aparat kepolisian Resort Bengkayang berhasil mengungkap kasus pembunuhan oleh suami terhadap istrinya di Dusun Bangkai Desa Dharma Bakti Kecamatan Teriak pada Rabu (5/12/18) lalu.

Tersangka bernama Pandul (40), usai menghabisi nyawa istrinya ia coba bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya sendiri.  Karena masih hidup lalu melarikan diri ke hutan, yang akhirnya tertangkap oleh pihak kepolisian.

Selama 75 Hari Kampanye, Bawaslu Temukan Pelanggaran APK dan Metode Kampanye

Kapolres Bengkayang AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto menuturkan pihaknya telah mengungkap kasus pembunuhan berlatar belakang persoalan rumah tangga di Dusun Bangkai Desa Dharma Bakti Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang.

Pelaku berusaha bunuh diri dengan cara menusukkan pisau yang sama ia tusukkan ke istrinya itu, ke perutnya sendiri.

"Motif pembunuhan atas dasar cemburu. Pelaku dan istrinya sempat cekcok dikarenakan bahwa ada isu di masyarakat bahwa korban ada berhubungan dekat dengan warga sekitar pada saat pelaku menjalani hukuman di penjara,"kata Kapolres Bengkayang pada Sabtu (8/12/2018).

Bahar bin Smith Jadi Tersangka, Sandiaga Minta Aparat Penegak Hukum Berlaku Adil

Kapolres Bengkayang menuturkan pelaku berhasil ditangkap setelah mendapatkan informasi dari masyarakat pada Sabtu pagi yang menuturkan ada seorang yang sedang dalam pencarian polisi berada di sekitar hutan.

Kemudian anggota jajaran Polres Bengkayang melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil di tangkap serta di amankan.

"Dia di tangkap di sekitar Dusun Dungkan desa Dharma Bakti tadi sekitar pukul 10.00 WIB pagi, setelah sempat buron selama dua hari kabur ke dalam hutan"kata AKBP Yos Guntur.

"Saat itu dia masih dalam keadaan terluka di bagian perut, terluka itu karena berusaha bunuh diri setelah membunuh istrinya dan saat ini pelaku sudah mendapat perawatan medis"?katanya.

Lebih lanjut, Kapolres Bengkayang ini posisi pelaku berhasil di tangkap yakni sekitar 7 KM dalam hutan yang berada di belakang rumahnya,"katanya.

Pelaku akan di jerat pasal berlapis yakni pasal penganiayaan berat dan atau pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (3) Jo 338 jo 340 KUHP ancaman pidana penjara 20 tahun.

"Saat ini sejumlah saksi terkait kasus tersebut di telaj di lakukan pemeriksaan, untuk pelaku saat ini masih mendapatkan perawatan medis, karena luka yang di alami cukup serius, rencanakan akan di rujuk ke RS Bhayangkara Pontianak," ujarnya.

Lanjutnya, atas keberhasilan pengungkapan kasus pembunuhan ini, Kapolres Bengkayang berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu Polri dalam memberikan informasi sehingga pelaku pembunuhan dapat di tangkap.

"Saya ucapkan terima kasih kepad masyarakat atas informasinya, sehingga pelaku saat ini berhasil diamankan oleh Polres Bengkayang," pungkas Kapolres Bengkayang.

Pembunuhan Sadis

Pembunuhan sadis juga pernah terjadi di Bengkayang Agustus 2017 silam.

Sakit hati berujung pembacokan terjadi di Dusun Kembang Sari, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang, Senin (21/8/2018).

Seorang paman, tega menghabisi keponakannya sendiri karena dendam.

Ironisnya, tersangka pembunuhan, HB, masih berusia 17 tahun. Sementara korbannya, Maimunah (40).

Meski berumur lebih muda, namun HB dalam silsilah keluarga, adalah paman bagi Maimunah.

Berikut fakta yang dihimpun dari Kasat Reskrim Polres Bengkayang:

1. Terjadi di Kediaman Korban

Peristiwa mengenaskan ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Pembunuhan terjadi di rumah Maimunah, yang masih satu dusun dengan tersangka HB.

2. Korban Nonton Televisi

Saat itu kejadian, korban Maimunah sedang berbaring sambil nonton televisi di rumahnya.

Sementara, tersangka HB baru saja terbangun dari tidurnya.

Begitu terjaga dari tidur siang itu, HB tiba-tiba berniat ingin membunuh Maimunah.

Alasannya, sepele karena HB sakit hati, tidak terima kepalanya tiga kali dipukul Maimunah suatu ketika.

3. Sebilah Parang

Saat itu juga, HB kemudian langsung mengambil sebilah parang.

Ia bergegas mendatangi rumah Maimunah. Jarak antara rumah Maimunah dengan rumah HB terbilang dekat. Hanya berjarak 10 meter.

Sesampainya di rumah korban, tersangka masuk rumah melalui jendela. (HB) Melihat korban sedang berbaring sambil nonton televisi.

Melihat kedatangan HB, Maimunah bangkit dari posisi berbaring. Ia kemudian duduk.

Ia sama sekali tidak menyangka, bahwa kedatangan HB untuk menghabisis nyawanya.

Saat duduk itu lah, tersangka langsung mengayunkan perangnya dan mengenai leher bagian belakang korban

4. Bacok Korban Berkali-kali

Aksi HB tidak sampai di situ. Tidak puas hanya membacok leher keponakannya, ia juga membacok korban berkali-kali.

Bacokan itu mengenai lengan kanan, lengan kiri, perut, dan kaki. Belum puas juga, HB kembali mengayunkan senjata tajam di tangannya.

Kali ini mengenai kepala. Mainuman yang dibacok bertubi-tubi itu pun, roboh bersimbang darah.

5. Kakek Korban Datang

Tidak lama kemudiandatang orangtua tersangka HB, yang juga kakek bagi Mainumah.

Saksi kaget melihat korban sudah terbaring bersimbah darah. Ia langsung memanggil keluarga yang lain untuk membawa korban ke RSUD Abdul Azis Singkawang.

Akan tetapi, Maimunah yang mengalami luka berat, diduga meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Diduga kuat korban kehabisan darah. (TRIBUNPONTIANAK)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved