Berita Internasional
Bos Ponsel Maniak Judi dan Kalah Triliunan, Vendor Ponsel China Ini Terancam Bangkrut
Jumlah tunggakan ini kian membengkak setelah Lirong dikabarkan kehilangan duit senilai 10 miliar yuan atau lebih dari Rp 20 triliun di meja judi.
POS-KUPANG.com - Vendor ponsel asal China, Gionee terancam bangkrut. Hal ini terjadi lantaran perusahaan terlilit utang dalam jumlah yang besar, ditambah sang CEO, Liu Lirong kalah dalam berjudi dengan menggunakan uang yang disinyalir milik perusahaan.
Berdasarkan laporan, Gionee memliki total utang sekitar 2,45 miliar dollar AS.
Utang tersebut mencakup tunggakan pembayaran pada institusi finansial, pemasok komponen pembuat ponsel (supplier), hingga agensi iklan.
Jumlah tunggakan ini kian membengkak setelah Lirong dikabarkan kehilangan duit senilai 10 miliar yuan atau lebih dari Rp 20 triliun di meja judi.
• Uang Hasil Pencurian di Biara Suster St. Yosef Medan Ruteng Dipakai Judi dan Karaoke
• Berita Populer Pos Kupang Minggu 2 Desember 2018, Mulai Liga Italia Hingga Pernikahan Super Mewah
Namun, belakangan Lirong membantah telah kehilangan uang dalam jumlah tersebut dan mengatakan "hanya" sekitar 1 miliar yuan (Rp 2 triliun) saja yang ludes karena berjudi.
Lirong pun mengelak ketika dituding menyalahgunakan dana perusahaan untuk perjudian.
Dalihnya, ia mengatakan sekadar "meminjam" sebagian kecil dana yang ada di perusahaan.
Meski begitu, sang CEO mengaku memang keranjingan berjudi.
Sekitar 20 supplier yang menahan pasokan komponen mereka dilaporkan mengajukan permohonan restrukturisasi dan kebangkrutan atas Gionee ke pengadilan di wilayah Shenzhen pada November lalu.
• Ramalan Zodiak Hari Ini, Senin 3 Desember 2018, Aquarius Batalkan Rencanamu, Gemini Ada Tamu
• Meski Sepakat Cerai, Gading dan Gisel Masih Kompak, Bersama Datangi Pementasan Balet Gempita
Permohonan itu diajukan lantaran Gionee gagal membayar biaya produksi kepada para pemasok tersebut selama beberapa bulan, seperti dirangkumKompasTekno dari South China Morning Post, Senin (3/12/2018).
Total utang Gionee dilaporkan mencapai 17 miliar yuan (Rp 35 triliun). Sebanyak 10 miliar yuan (Rp 20 triliun) merupakan tunggakan ke bank, 5 miliar yuan (Rp 10 triliun) ke pemasok, dan 2 miliar yuan (Rp 4 triliun) ke agensi iklan.
Di pasaran smartphone China, Gionee menduduki urutan keenam setelah Apple. Posisinya belakangan terdesak oleh para pemain besar Negeri Tirai Bambu seperti Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi.
Meski demikian, Gionee masih bisa melakukan ekspansi ke beberapa wilayah pasar di luar China, seperti India dan Indonesia pada akhir 2017 lalu. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bos-ponsel-maniak-judi-dan-kalah-triliunan-vendor-ponsel-china-ini-terancam-bangkrut.jpg)