Berita Kabupaten Ngada
Kampanye Anti Kekerasan di Mataloko, Ini Rangkaian Kegiatannya!
Kampanye 16 hari Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan digelar JPIC Paroki Roh Kudus Matoloko,
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Kampanye 16 hari Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan digelar JPIC Paroki Roh Kudus Matoloko, Minggu (25/11/2018).
Kampanye anti kekerasan terhadap perempuan yang diperingati setiap tanggal 25 November itu disatukan dengan hari Raya Kristus Raja Semesta Alam se-Paroki Mataloko dan mengakhiri prosesi di Lingkungan Ekoroka, Malanuza.
Panggung perayaan Hari Kristus Raja Semesta Alam di Paroki Matoloko itu menjadi ajang para pengurus gender JPIC yang bersinergis dengan Koalisi Perempuan Indonesia, susteran SSpS untuk menyampaikan pesan guna mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.
Usai ibadat penutup prosesi, ratusan siswi SMP Katolik Kartini Mataloko mengangkat kembang dan poster berbagai ukuran lalu masuk ke panggung.
Baca: Anda Pernah Didera Rasa Amarah? Yuk, Atasi dengan 5 Kegiatan Praktis. Dijamin Ampuh
Baca: Yuk Kepoin! Rahasia Dibalik Pil KB yang Disebut Sebagai Alat Kontrasepsi Paling Manjur
Baca: Pensiunan Dokter Gigi Rugi Ratusan Juta, Gara gara Ajak Bintang Porno Kencan
Baca: Remaja Ini Tewas Diterjang Angin Topan Saat Diasingkan di Gubuk Saat Haid. Begini Kisahnya
Ketua JPIC Paroki Mataloko, Maria Bernadetha Sumiyati Baba Botha, membuka kegiatan kampanye dengan menyapa umat setelah didaulat Pastor Paroki, Rm. Basilius Lewa, Pr. Ketua JPIC yang biasa disapa Sumiyati itu membuka dengan seruan memgakhiri kekerasan terhadap perempuan melalui yel-yel. Ini adalah seruan kemanusiaan yang berlangsung di seluruh dunia.
Di Keuskupan Agung Ende, aksi ini berlangsung di paroki-paroki, sekaligus menindaklanjuti kegiatan penguatan kapasitas pengurus gender dari paroki-paroki yang sudah diselenggarakan beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, dua siswi SMPK Kartini Elsi dan Rahel lanjut orasi dan disaksikan seribuan umat yang hadir. Acin siswi SMPK Kartini lainnya, menghenyakan hadirin saat membacakan puisi berjudul "Perempuan Tanpa Sandal", karya Sumiyati.

Elsi dan Rahel sebelumnya bergantian menyerukan diakhirinya kekerasan terhadap perempuan, dengan isi seruan: "aku sayang kehidupan, stop kekerasan terhadap perempuan dan anak, aku cinta masa depan, hindari Alkohol hindari Narkoba, stop HIV AIDS, together we can-bersama kita bisa, mari kita putuskan mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak, perempuan adalah ibu bangsa, perempuan melahirkan generasi mendatang.
Kampanye anti kekerasan ditandai dengan membagi-bagikan kembang kepada umat yang hadir siang itu.
Ratusan siawi SMPK Kartini Mataloko kemudian menuju jalan Ende-Bajawa di Malanuza melakukan pawai jalan kaki dan bagi-bagi kembang kepada siapa saja yang lewat di jalan itu, baik sopir, para penumpang maupun pelajan kaki.
Pastor Paroki Roh Kudus Mataloko, Rm. Basilius Lewa, Pr memberi apresiaai kepada seksi JPIC paroki itu yang menggelar kegiatan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan.
Kegiatan ini, kata Rm. Basilius sekaligus sebagai tindak lanjut penguatan kapasitas gender tingkat keuskupan yang melibatkan seluruh paroki.

Menurut Rm. Basilius, kegiatan ini adalah kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan seluruh dunia karena keprihatinan terhadap masalah perempuan.
Meski di wilayah parokinya relatif kecil, namun menurut Rm. Basilius kampanye kemanusian ini menjadi momen bagi semua umat untuk tetap waspada.
Baca: Ternyata Sederet Selebriti di Bawah ini Adalah Mantan Guru lho!
Baca: Wah, Anjing Ini Sudah Dikubur 14 Jam Lalu Kembali Menemui Pemiliknya. Pakai Begini Caranya