Kabupaten TTS

BNPB Ajar Warga Desa Oof Proses Air Hujan Agar Bisa Langsung Diminum

Pelatihan ini dimaksudkan untuk melatih warga Desa Oof untuk mengelolah air hujan menjadi air yang bisa langsung dikonsumsi.

BNPB Ajar Warga Desa Oof Proses Air Hujan Agar Bisa Langsung Diminum
istimewa
‎Aminudin, staf Direktorat Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BNPB (kiri) sedang memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan pelatihan mitigas struktural partisipatif di kantor Desa Oof 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNBP) bersama Badan Penanggulan Bencana Daerah ( BPBD) tingkat Propinsi NTT dan Kabupaten TTS menggelar pelatihan mitigasi struktural partisipatif kepada warga Desa Oof, Kecamatan Kuatnana, Rabu ( 14/11/2018) di kantor Desa Oof.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk melatih warga Desa Oof untuk mengelolah air hujan menjadi air yang bisa langsung dikonsumsi.

Baca: Dinas Sosial Malaka Amankan Seorang Perempuan Dewasa yang Terlantar

Baca: Penyediaan Air Minum di Lembor Selatan dan Welak Belum Diserahkan ke PDAM ! Ini Pemicunya

Hal ini dilakukan untuk menekan dampak pengaruh kekeringan yang menjadi bencana tahun untuk Kabupaten TTS.

Aminudin, staf Direktorat Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BNPB mengatakan, intensitas curah hujan yang sangat rendah di Propinsi NTT khususnya di Kabupaten TTS, yang hanya memiliki 3 bulan musim penghujan dan 9 bulan musim kemarau, membuat daerah TTS rawan akan kekeringan.

Oleh sebab itu, saat musim penghujan, masyarakat harus memanfaatkan dengan baik air hujan dengan diolah menjadi air layak konsumsi.

Dengan menggunakan peralatan yang sederhana seperti, pipa paralon, alat saring dan juga fier penampung air, air hujan bisa diolah menjadi air layak komsumsi.

" Selama ini air hujan hanya terbuang percuma karena masyarakat belum memiliki pengetahuan tentang bagaimana mengolah air hujan menjadi air konsumsi dan juga menjadi air bisa menambah kesuburan tanaman.

Lewat kegiatan pelatihan mitigasi ini kita berikan pengetahuan dan langsung melakukan praktek guna mengolah air hujan menjadi air langsung konsumsi dan air yang baik untuk membuat tanaman subur," ungkap Aminudin.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Propinsi NTT, Jemi Mella menegaskan, beberapa waktu lalu NTT telah dilanda cuaca ekstrim yang menyebabkan terjadinya bencana longsor dan banjir.

Hujan yang turun beberapa hari terakhir bukan pertanda memasuki musim penghujan melainkan dampak dari cuaca ekstrim. Musim penghujan untuk NTT baru akan terjadi pada akhir November.

Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk memanfaatkan musim hujan yang singat dengan mengolah air hujan menjadi air layak konsumsi dan melakukan penghujan.
Suhu yang semakin panas di Kabupaten TTS tidak lepas dari hutan yang semakin berkurang akibat dampak dari tebas bakar.

Oleh sebab itu, masyarakat diajak untuk melakukan penghijauan dengan menanam sebanyak-banyaknya anakan pepohonan.

" Pelatihan pengolahan air hujan menjadi air konsumsi dan air yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman akan berlangsung selama tiga hari, dari hari Rabu hingga hari Jumat. Manfaatkan pelatihan ini dengan baik agar saat musim penghujan tiba, air hujan sudah bisa diolah agar bisa langsung dikonsumsi.

Musim hujan yang singkat juga harus dimanfaatkan untuk menghijaukan kembali daerah TTS yang sudah mulai gundul. Biar mata air yang ada tetap terjaga," pintanya.

Kepala BPBD Kabupaten TTS, Adi Tallo mengajak warga Desa Oof untuk bersyukur karena dari 278 desa/kelurahan di Kabupaten TTS, Desa Oof dipilih menjadi satu-satunya desa yang menyelenggarakan pelatihan mitigasi.

Selain itu, desa Oof juga diberikan bantuan 16 fiber. Dengan menggunakan metode mitigasi, masyarakat Desa Oof diajarkan untuk mengolah air hujan agar bisa langsung dikonsumsi sebagai salah satu alternatif mengatasi kesulitan air saat musim kemarau mendatang.

" Manfaatkan pelatihan ini dengan baik agar saat musim penghujan, air hujan sudah bisa diproses menjadi air konsumsi," ujarnya.

Kades o'of, Nikolaus Bety mengucapkan terima kasih kepada BNPB dan BPBD yang telah mempercayakan desa Oof sebagai pelaksana kegiatan mitigasi. Dirinya berjanji, akan memanfaatkan ilmu mitigasi dan bantuan peralatan untuk mengolah air hujan agar bisa langsung dikonsumsi. (*)


Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved