Berita Kabupaten Nagekeo

Jangan Jadikan Nagekeo Pusat Masalah Pendidikan

Kedatangan delapan orang perwakilan mahasiswa itu dalam rangka menyampaikan keluh kesah mereka terkait polemik pengurus Yayasan Wini Unggul antara

Jangan Jadikan Nagekeo  Pusat Masalah Pendidikan
POS KUPANG.COM/GORDY DONAFAN
Suasana saat perwakilan mahasiswa STKIP NBF Mbay beraudiens dengan Pimpinan Anggota DPRD, di Aula Rapat DPRD Nagekeo, Selasa (6/11/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Beberapa perwakilan mahasiswa STKIP Nusa Bunga Floresta Mbay bertemu pimpinan DPRD Nagekeo di Aula Rapat Paripurna, Selasa (6/11/2018).

Kedatangan delapan orang perwakilan mahasiswa itu dalam rangka menyampaikan keluh kesah mereka terkait polemik pengurus Yayasan Wini Unggul antara Pengurus baru dan pengurus lama serta terkait pemberhentian Ketua STKIP NBF Mbay Prof. Mans Mandaru oleh Pengurus Yayasan yang baru pimpinan Oscar Meta.

Baca: Begini Komitmen Pemda Ende untuk Pendidikan di Kabupaten Kelimutu Ende

Kedatangan para mahasiswa itu diterima pimpinan DPRD Nagekeo, Wakil Ketua II DPRD Nagekeo, Florianus Papu, Arnold Ju Wea, Anton Moti, Rufus Wasek, Wens Ladi dan Krispan Djogo.

Anggota DPRD Nagekeo, Krispan Djogo, menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa STKIP NBF Mbay, mengatakan, kasus itu harus ditanggapi secara bijak.

"Kedatangan adik-adik untuk bagaimana kasus ini tidak berlarut-larut. Sebenarnya bukan persoalan mahasiswa. Tapi persoalan ditingkat pimpinan di Yayasan. Lembaga DPRD dalam fungsi pengawasan tetap melakukan mediasi dan meminta Pemda memfasilitasi kedua kubu yang bertikai," papar Krispan.

Krispan menegaskan jangan jadikan Kabupaten Nagekeo sebagai pusat masalah pendidikan.

Lembaga DPRD Nagekeo tidak ingin agar Kampus yang baru tumbuh menjadi hancur dan tidak berkembang. Jangan jadikan kampus STKIP NBF seperti lembaga pendidikan lainnya yang sudah ditutup beberpa waktu lalu.

"Kita kampus baru tumbuh sudah ricuh, itu tidak baik. Kita minta pihak yang bertikai untuk segera bermediasi. Kita jangan korbankan mahasiswa. Kita jangan Jadikan Nagekeo sebagai pusat masalah soal pendidikan. Jangan membuat daerah ini malu," papar Krispan.

Wakil Ketua II DPRD Nagekeo, Florianus Papu, menegaskan wajib hukumnya DPRD dan Pemda Nagekeo untuk menyelesaikan, persoalan ini.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved