Rabu, 8 April 2026

Berita Kabupaten Nagekeo

Jangan Jadikan Nagekeo Pusat Masalah Pendidikan

Kedatangan delapan orang perwakilan mahasiswa itu dalam rangka menyampaikan keluh kesah mereka terkait polemik pengurus Yayasan Wini Unggul antara

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/GORDY DONAFAN
Suasana saat perwakilan mahasiswa STKIP NBF Mbay beraudiens dengan Pimpinan Anggota DPRD, di Aula Rapat DPRD Nagekeo, Selasa (6/11/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Beberapa perwakilan mahasiswa STKIP Nusa Bunga Floresta Mbay bertemu pimpinan DPRD Nagekeo di Aula Rapat Paripurna, Selasa (6/11/2018).

Kedatangan delapan orang perwakilan mahasiswa itu dalam rangka menyampaikan keluh kesah mereka terkait polemik pengurus Yayasan Wini Unggul antara Pengurus baru dan pengurus lama serta terkait pemberhentian Ketua STKIP NBF Mbay Prof. Mans Mandaru oleh Pengurus Yayasan yang baru pimpinan Oscar Meta.

Baca: Begini Komitmen Pemda Ende untuk Pendidikan di Kabupaten Kelimutu Ende

Kedatangan para mahasiswa itu diterima pimpinan DPRD Nagekeo, Wakil Ketua II DPRD Nagekeo, Florianus Papu, Arnold Ju Wea, Anton Moti, Rufus Wasek, Wens Ladi dan Krispan Djogo.

Anggota DPRD Nagekeo, Krispan Djogo, menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa STKIP NBF Mbay, mengatakan, kasus itu harus ditanggapi secara bijak.

"Kedatangan adik-adik untuk bagaimana kasus ini tidak berlarut-larut. Sebenarnya bukan persoalan mahasiswa. Tapi persoalan ditingkat pimpinan di Yayasan. Lembaga DPRD dalam fungsi pengawasan tetap melakukan mediasi dan meminta Pemda memfasilitasi kedua kubu yang bertikai," papar Krispan.

Krispan menegaskan jangan jadikan Kabupaten Nagekeo sebagai pusat masalah pendidikan.

Lembaga DPRD Nagekeo tidak ingin agar Kampus yang baru tumbuh menjadi hancur dan tidak berkembang. Jangan jadikan kampus STKIP NBF seperti lembaga pendidikan lainnya yang sudah ditutup beberpa waktu lalu.

"Kita kampus baru tumbuh sudah ricuh, itu tidak baik. Kita minta pihak yang bertikai untuk segera bermediasi. Kita jangan korbankan mahasiswa. Kita jangan Jadikan Nagekeo sebagai pusat masalah soal pendidikan. Jangan membuat daerah ini malu," papar Krispan.

Wakil Ketua II DPRD Nagekeo, Florianus Papu, menegaskan wajib hukumnya DPRD dan Pemda Nagekeo untuk menyelesaikan, persoalan ini.

DPRD Nagekeo tidak menginginkan kampus STKIP NBF Mbay ditutup. Jangan terulang seperti kampus-kampus lain yang sudah ditutup

"Kami mengharapkan agar kalian bersabar dan ini tugas DPRD dan Pemda untuk memfasilitasi ke dua kubu. Kami tidak mengingikan lembaga ini ditutup. Kita harapkan agar tidak terjadii hal-hal yang tidak diinginkan. Kami akan bersurat ke Bupati untuk mohon bupati memediasi pertemuan antara dua kubu. DPRD tidak menginginkan kasus di kampus STKIP NBF Mbay sampai ke ranah hukum dan otomatis kampus tutup dan yang menjadi korban adalah lembaga dan mahasiswa," ujar Florianus.

Ia menyampaikan mediasi menjadi jalan terbaik untuk mempertemukan keduabelah pihak.

"Saya pikir mediasi dan kita fasilitasi. sehingga membantu agar kampus ini tetap ada dan tidak boleh tutup.
Supaya clear dan clean. Kita ingin tetap jalan dan eksis dan sudah wisuda perdana. Jangan sampai seperti kampus lain yang sudah ditutup," ujar Florianus.

Perwakilan mahasiswa STKIP NBF Mbay, Fardin Bay, pada kesempatan tersebut meminta agar DPRD Nagekeo memfasilitasi kubu yang sedang bertikai di STKIP NBF Mbay.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved