Berita Lion Air Jatuh Terkini
Lion Air Jatuh : Berapa Lama Black Box Bisa Beri Signal Paska Kecelakaan Pesawat, Apa Isinya?
Lion Air Jatuh : Berapa lama black box bisa memberi signal paska terjadi kecelakaan pesawat, apa isinya?
Kemudian pada 1965 diproduksi prototipe pertama yang diberi nama “ARL Flight Memory Unit”. Namun, penemuannya itu tidak mendapat respons serius dari Pemerintah Australia hingga lima tahun kemudian black box pertama justru diproduksi di Inggris dan Amerika Serikat.
Meskipun begitu, Australia menjadi negara pertama yang mewajibkan penggunaan black box di setiap pesawat terbang negaranya.
4. Sebutan media
Nama "black box" sendiri datang dari sebutan yang kerap disebutkan awak media saat melaporkan kecelakaan pesawat terbang.
Terdapat beberapa spekulasi yang menjelaskan kenapa nama "black box" yang digunakan. Mulai dari warna bagian dalamnya yang sangat hitam hingga warna hitam yang menyelimuti alat ini setelah terbakar di sebuah kecelakaan.
Ahli biasa menyebutnya sebagai Electronic Flight Data Recorder atau perekam data penerbangan elektronik.
Baca: Lion Air Jatuh : Lokasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 Ada Di Tempat Penangkapan Udang?
5. Kapasitas penyimpanan
Black box memiliki kapasitas penyimpanan yang terbatas. Ia mampu merekam 25 jam data penerbangan dan hanya dua jam percakapan di kokpit. Ini termasuk suara yang ada di penerbangan tersebut.
Misalnya, suara gemuruh, gaduh, dan sebagainya yang menggambarkan kondisi di dalam pesawat saat itu. Sebelumnya, suara percakapan kokpit hanya mampu terekam selama 30 menit, namun saat ini sudah ditingkatkan.
6. Daya tahan
Black box dilengkapi dengan sinyal yang dapat terpancar saat berada di bawah permukaan air. Sinyal ini akan muncul setiap detik selama 30 hari sebelum baterai habis.
Jika sudah melebihi 30 hari dan belum juga ditemukan, maka pencariannya akan menjadi sangat sulit, seperti pada kasus kecelakaan pesawat MH370.
7. Tidak bisa dihancurkan
Black box terbungkus titanium atau baja tahan karat dalam dua lapisan. Hal ini untuk menjaga benda itu tetap aman sekalipun dalam kondisi yang sangat mengerikan.
Para peneliti sudah mencoba untuk menghancurkan bagian penting dari pesawat ini. Mulai dari membakarnya di api dengan suhu 1.100 derajat Celcius, menenggelamkan dalam air garam bertekanan tinggi, hingga mencelupkannya ke bahan bakal pesawat.
Baca: Suga BTS Tetapkan Kriteria Cewek Yang Bisa Menjadi Pacarnya, Army Baper