Berita Kabupaten Sikka Terkini
Vaksin Habis, 8.477 Hewan Penular Rabies di Sikka Belum Divaksin
Vaksinasi HPR anjing, kucing dan kera belum bisa menjangkau seluruh populasi HPR di Kabupaten Sikka. Sebab saat ini persediaan vaksin anjing habis.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a
POS-KUPANG.COM | MAUMERE -Vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) anjing, kucing dan kera belum bisa menjangkau seluruh populasi HPR di Kabupaten Sikka. Sebab saat ini persediaan vaksin anjing habis.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Ir. Henderikus Blasius Sali, menjelaskan sampai 30 Oktober 2018 terdata 40.145 ekor populasi HPR. Dari jumlah itu, HPR yang divaksin 31.668 ekor.
"Sisanya 8.477 ekor HPR belum divaksin karena ketiadaan vaksin. Tiga kecamatan sebaran rabies tertinggi Kecamatan Alok Timur, Kecamatan Kangae dan Kecamatan Kewapante," kata Henky, sapaan Hendrikus Blasius Sali pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Rabies di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Rabu (31/10/2018).
Baca: Multiroom Speaker, Teknologi Baru dari Jajaran Speaker Polytron
Ia menyampaikan hambatan pelaksanaan vaksin, yakni alokasi anggaran terbatas dan tenaga vaksinator masih kurang. Selain, perilaku segelintir warga yang tidak mau anjingnya divaksin.
Baca: Moeldoko Sebut Laporan Kampanye Terselubung Jokowi sebagai Tindakan Kampungan
Menurut Hengky, pencegahan penyebaran virus rabies adalah merelakan HPR divaksin petugas. Selanjutnya HPR diikat atau dikandang membatasi interaksi HPR dengan HPR yang telah positif rabies.
Rakor penanggulangan rabies dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sikka, dr. Delly Pasande dihadiri para camat dan utusan organisasi pemerintahan daerah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pemberian-vaksin-hpr-pada-bulan-oktober-2018-di-kecamatan-kangae-kabupaten-sikka_20181031_185258.jpg)