Berita Ekonomi Bisnis
Geliat Ekonomi di Oepoli Teras NKRI Makin Terlihat
Geliat ekonomi di Daerah Oepoli di Kabupaten Kupang semakin terlihat, apa yang mendorongnya?
Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM. Hermina Pello
POS-KUPANG.COM | KUPANG- Hari masih pagi dan suasan rumah masih sepi karena sebagian penghuni mesih lelap tidur.
Di rumahnya yang terletak tepat di samping Pasar Oepoli, Ibu Birgita Efi sudah sibuk mengeluarkan minuman dari dalam kulkasnya.
Minuman kemasan ini dan dimasukan ke dalam termos-termos yang sudah disediakan. Minuman dingin itu rencananya akan dibawa ke kios sekitar pukul 09.00 Wita.

Rumah Ibu Birgita Efi ini menjadi salah satu rumah yang menjadi tempat menginap rombongan Press Tour yang diselenggarakan PT PLN Unit Induk Wilayah NTT pada Jumat (6/10/2018).
Mengeluarkan minuman kemasan dari kulkas dan memasukannya kedalam termos-termos dilakukan saban hari menjelang pagi untuk mempertahankan rasa dingin dari minuman tersebut.
Hal ini dilakukan agar minuman ini tetap dingin karena disiang hari tidak ada lagi aliran listrik.

Meskipun belum dibawa ke kios, minuman-minuman itu harus dipindahkan ke termos tutur Bergita, karena listrik di wilayah tersebut sudah tidak menyala lagi
di siang hari.
Listrik hanya menyala 12 jam yakni pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.
Birgita juga mengungkapkan setiap sore, ia selalu memasukan minuman yang dijual pada esok harinya dengan harapan agar minuman itu bisa dingin.
Aktivitas ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 saat listrik masuk di wilayah Oepoli, daerah yang berbatasan dengan Timor Leste itu.

"Menjual minuman dingin di sini harganya lebih mahal dibandingkan dengan minuman biasa. MInuman dingin ini dijual dengan harga Rp 1500 per gelas tapi kalau tidak dingin hanya Rp 1000/gelas. Di sini orang lebih banyak membeli minuman dingin, apalagi dalam kondisi panas seperti ini," kata Birgita.
Sejak tahun 2015, lanjutnya ada keuntungan lebih bagi usaha ekonomi kecil-kecilan yang dia geluti.
Waktu dia untuk membuka kios menjadi lebih panjang. Sebelumnya dia hanya membuka kios dari pagi sampai sore sekitar pukul 18.00 Wita namun saat ini ia sudah bisa membuka kios sampai pukul 22.00 wita.
"Saya bahkan ada rencana untuk buka 24 jam. Ini semua karena listrik yang sudah masuk di sini," katanya.
Hal senada disampaikan Yohanes Parera yang ditemui Sabtu (6/10/2018) di Oepoli.