Selasa, 14 April 2026

Berita Kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara Tak Punya Data Penderita Stunting

Sampai dengan saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) belum memiliki data penderita stunting.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Pengelola Gizi Dinas Kesehatan TTU Landa Nahak. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sampai dengan saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) belum memiliki data penderita stunting. Dinkes TTU hanya memiliki data mengenai penderita stunting pada tahun 2017.

"Kita belum memiliki data stunting, kemarin kita sudah rapat juga supaya teman-teman dari puskesmas dapat mengumpulkan data stunting supaya kita bisa mengetahuinya," kata Pengelola Gizi Dinas Kesehatan TTU Landa Nahak kepada Pos-Kupang.com, Jumat (26/10/2018).

Landa mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti berapa jumlah penderita stunting di Kabupaten TTU pada tahun 2018. Hal itu disebabkan pihak puskesmas sedang melengkapi data penderita stunting di masing-masing puskesmas yang ada.

Landa menambahkan, masalah stunting disebabkan karena kualitas dan frekuensi makan yang tidak teratur. Hal itu disebabkan karena para orangtua tidak memperhatikan pola makan anak.

"Banyak orangtua setelah melahirkan titip anaknya di keluargannya kemudian merantau. Mereka tidak memperhatikan kondisi anaknya seperti apa," ujarnya.

Selain pola makan, tambah Landa, faktor lain yang menyebabkan stunting adalah penyakit. Balita yang sering terkena penyakit kronis dapat menyebabkan pertumbuhannya menjadi terhambat.

"Kalau untuk pencegahannya di 24 puskesmas kita buat kegiatan pola makan gizi seimbang. Sehingga mereka dapat menggunakan pola makan itu di keluarga," jelasnya.

Selain itu, kata Landa, pihaknya juga memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri sehingga ketika memasuki usia menjadi wanita dewasa tidak menjadi anemia.

"Kemudian kita berikan tablet tambah darah kepada ibu hamil sebanyak 90 tablet selama hamil. Dan kami berikan PMT kepada ibu hamil. Sehingga diharapkan ibu hamil mendapatkan kalori tambahan," ujarnya.

Apa itu Stunting?

Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting. Padahal, menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia ada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting.

Dilansir dari Kompas.com, salah satu wilayah di Indonesia dengan angka stunting tertinggi adalah kabupaten Ogan Komering ilir. Angka stunting kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menurut Riskesdas mencapai 40,5% atau hampir setengah balita di OKI mengalami stunting. Bahkan, angka ini di atas angka stunting nasional 37%.

Menurut WHO, di seluruh dunia, diperkirakan ada 178 juta anak di bawah usia lima tahun pertumbuhannya terhambat karena stunting.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved