Berita Kabupaten TTU Terkini

133 Calon Anggota Baru GMNI Kefamenanu Ikut Pekan Penerimaan Anggota Baru

Sebanyak 133 calon anggota baru Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu mengikuti kegiatan PPAB Angkatan ke XVIII

133 Calon Anggota Baru GMNI Kefamenanu Ikut Pekan Penerimaan Anggota Baru
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Ketua Persatuan Alumni GMNI Cabang Kefamenanu, Paulinus Lape Feka saat menyematkan tanda peserta kepada salah satu calon anggota baru di Aula Kantor Desa Kuanek, Rabu (24/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sebanyak 133 calon anggota baru Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu mengikuti kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Angkatan ke XVIII.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kuanek, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten TTU. Kegiatan PPAB tersebut dilaksanakan selama tiga hari dimulai pada tanggal 24 sampai 27 Oktober 2018.

Baca: KPK Usulkan Rp 1,245 Triliun untuk Anggaran 2019

Ketua Panitia PPAB Angkatan XVII GMNI Cabang Kefamenanu, Borgias Subay, dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan PPAB adalah menambah jumlah kader nasionalis marhaenis agar terus berkesinambungan.

Baca: Polri Ajukan Rp 86,187 Triliun untuk Anggaran 2019

"Dan tema dari kegiatan PPAB Angkatan XVII ini adalah Melahirkan kader-kader berjiwa pancasilais dan berkarakter untuk menjaga keutuhan NKRI di era globalisasi," ungkap Borgias dalam laporannya pada acara pembukaan PPAB, Rabu (24/10/2018) malam.

Ketua DPC GMNI Cabang Kefamenanu, Yulius Jefrianus Metan mengatakan, bangsa Indonesia dihadapkan dengan berbagai persoalan yang begitu kompleks mulai dari bencama alam, bencana ekonomi, hingga bencana politik.

"Agar mampu menghadapi berbagai persoalan tersebut maka hanya dengan memperkuat sumber daya manusia sehingga Indonesia mampu keluar dari kompleksitas persoalan yang dihadapi, serta memiliki marwah di mata dunia," tegasnya.

Ketua Persatuan Alumni GMNI Cabang Kefamenanu, Paulinus Lape Feka mengatakan, sebagai sebuah organisasi, GMNI mempunyai satu tanggung jawab besar dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Paulinus, tanggung jawab tersebut mengenai bagaimana kader-kader GMNI mampu melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan bagaimana melestarikan tekad persatuan kebangsaan.

"Cita-cita kemerdekaan yang diletakkan oleh para pendiri bangsa mulai digeser oleh segelintir orang. GMNI sebagai organisasi kader harus menjalankan cita-cita mengawal pancasila," ungkapnya.

Diakui Paulinus, kegiatan PPAB bisa dijadikan sebagai salah satu cara yang dapat digunakan oleh GMNI untuk dapat menyebarkan virus-virus nasionalisme sehingga berkembang biak dan beranak cucu.

Dalam ber GMNI, kata Paulinus, generasi muda digembleng untuk bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga calon anggota baru digembleng dan dilatih untuk menjadi pribadi yang dapat memimpin. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved