Breaking News

Berita Nasional Terkini

Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Kasus berita bohong atau hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet dinilai berdampak negatif kepada pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Calon presiden Prabowo Subianto saat menggelar konferensi pers terkait kebohongan Ratna Sarumpaet, di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018) malam. 

Dari sisi elektabilitas pada September 2018, sebelum ada kasus hoaks Ratna Sarumpaet, Jokowi-Ma'ruf Amin 53,2 persen, Prabowo-Sandiaga Uno 29,2 persen dan 17,6 persen belum memutuskan.

Sementara pasca kasus hoaks Ratna Sarumpaet, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin naik jadi 57,7 persen pada Oktober 2018. Sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno justru turun menjadi 28,6.persen.

Adapun persentase yang belum memutuskan menyusut tinggal 13,7 persen. Dari data itu LSI Denny JA menarik kesimpulan bahwa aksi hoaks Ratna Sarumpaet membuat pemilih yang masih mengambang lebih terdorong memilih Jokowi.

Ditinggal Kaum Terpelajar

Bila ditelaah lebih dalam lagi, survei LSI Denny JA juga mengungkapan adanya penurunan dukungan pemilih kalangan terpelajar kepada pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pasca kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Sebanyak 6,6 persen responden survei ini berpendidikan di atas SMA. Sisanya, atau 93,4 persen berpendidikan akhir SD, SMP, dan SMA.

Dari total jumlah responden yang berpendidikan tinggi, hanya 37,4 persen yang memilih Prabowo-Sandiaga Uno pada Oktober 2018. Padahal pada survei September 2018, sebanyak 46,8 persen responden berpendidikan tinggi memilih Prabowo-Sandiaga Uno.

Di sisi lain, dukungan kalangan berpendidikan tinggi ke Jokowi-Ma'ruf Amin justru naik. Pada September 2018, angkanya 40,5 persen sedangkan pada Oktober 2018 menjadi 44 persen.

Selain kalangan terpelajar, elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno juga turun di segmen responden penghasilan menengah ke atas.

September 2018 angkanya 43,8 persen namun menjadi 34,5 persen saja pada Oktober 2018. Menurut kesimpulan LSI Denny JA, kedua kalangan responden itu merupakan kalangan yang lebih banyak mengakses informasi sehingga tahu persis kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Sandiaga Tak Sepakat

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tak sepakat dengan hasil survei LSI Denny JA. Ia mengatakan, hasil survei internal menunjukkan hasil sebaliknya.

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga justru dinilai semakin mengejar pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Masyarakat pun disebut semakin simpatik terhadap Prabowo-Sandiaga pasca terungkapnya hoaks Ratma Sarumpaet.

Sebab menurut dia, masyarakat melihat dirinya dan Prabowo sebagai pihak yang terkecoh oleh kabar hoaks tersebut.

Selain itu, sebelum kabar hoaks terungkap, masyarakat bersimpati dengan sikap Prabowo yang menunjukkan kepedulian terhadap perempuan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved