Berita Internasional Terkini

Saat Dunia Geram Kasus Khashoggi, Menkeu AS Temui Putra Mahkota Saudi

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin.

Saat Dunia Geram Kasus Khashoggi, Menkeu AS Temui Putra Mahkota Saudi
KOMPAS.com/Twitter/Kementerian Luar Negeri Saudi
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (kiri) bertemu dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin di Riyadh, Senin (22/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | RIYADH - Ketika dunia sedang geram terhadap kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin.

Melansir CNBC, stasiun televisi Saudi melaporkan Pangeran Mohammed dan Mnuchin bertemu di Riyadh, pukul 14.00 waktu setempat.

Kementerian Luar Negeri Saudi berkicau, pertemuan keduanya menekankan pada pentingnya hubungan bilateral yang strategis dan sejalan dengan program ekonomi kerajaan, Visi 2030.

Baca: Presiden Jokowi Mengaku Kenyang dengan Fitnah dan Kabar Bohong yang Disematkan Kepadanya

"Putra Mahkota bertemu dengan Menkeu AS dan menekankan pentingnya hubungan strategis Saudi-AS, yang memegang peran penting di masa depan sesuai dengan Visi 2030 Kerajaan," tulis Kemenlu Saudi.

Sebelumnya, Mnuchin mengaku tidak akan menghadiri acara konferensi Future Investment Initiative pekan ini di Saudi. Saat itu, ada tekanan pembatalan rencananya terkait pembunuhan Khashoggi.

Baca: Kasus E-KTP, KPK Lakukan Pemindahbukuan Rekening Setnov Rp 862 Juta

Meski demikian, dia mengaku tetap akan berkunjung ke Saudi untuk mengadakan pembicaraan soal memerangi pendanaan terorisme dan Iran.

"Saya tidak berpikir pantas untuk pergi dan berbicara di konferensi, tapi kami punya masalah penting dengan Saudi. Jadi itulah mengapa saya tetap pergi," ucapnya.

Dalam perjalanannya ke Timur Tengah, Mnuchin tampak mengunggah kegiatannya di Israel dan Yordania melalui akun Twitter-nya. Namun, dia belum memamerkan pertemuannya dengan Pangeran Mohammed.

Juru bicara Kemenkeu AS, Tony Sayegh menyatakan, keberadaan menteri di Saudi untuk mengunjungi Terrorist Financing Targeting Center, dan mengadakan pertemuan terkait persiapan sanksi kepada Iran.

Seperti diketahui, Pangeran Mohammed menjadi sorotan dunia sehubungan dengan kasus pembunuhan Khashoggi.

Pengkritik pemerintahan Saudi itu mengunjungi konsulat di Turki pada 2 Oktober 2018 untuk mengurus dokumen terkait rencana pernikahannya. Semenjak itu, dia tidak pernah muncul lagi.

Akhir pekan lalu, Saudi merilis laporan resmi tentang kematian Khashoggi yang disebut tewas dalam perkelahian di konsulat Saudi. Penjelasan ini disambut dengan keraguan banyak pihak, termasuk anggota parlemen AS, yang menyebut tidak mungkin Pangeran Mohammed tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi.

Sebagai informasi, Saudi merupakan negara pemasok minyak nomor dua di AS. Kerajaan itu pada tahun lalu juga berjanji akan membeli senjata dari "Negeri Paman Sam" senilai 110 milliar dollar AS. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved